Libur Panjang, Watu Angkrik dan Watu Layah Dibanjiri Wisatawan

Satu keluarga berpose di wisata Watu Angkring (foto humas pemda)
Satu keluarga berpose di wisata Watu Angkring (foto humas pemda)

TEMANGGUNG, delikjateng.com – Obyek wisata alam Watu Angkrik dan Watu Layah di Desa Tlogopucang, Kecamatan Kandangan, Kabupaten Temanggung mulai ramai dibanjiri wisatawan. Utamanya terjadi dalam beberapa kali libur panjang belakangan ini.

Para wisatawan berdatangan dari berbagai penjuru daerah, menikmati indahnya pemandangan alam di bumi Temanggung bagian utara. Dalam hari liburan ada 1500 pengunjung, hingga menyebabkan areal parkir tidak muat sehingga banyak kendaraan yang parkir dijalan.

Sebagian wisatawan datang saat pagi hari untuk menyaksikan keindahan matahari terbit. Lainya datang setelah matahari meninggi, untuk menyaksikan keindahan panorama alam pegunungan yang menawarkan kesejukkan dan udara yang segar .

Menurut Pengelola obyek wisata alam Watu Angkrik, Zaenul Bassar ( 32 ), para pengunjung yang datang tidak hanya wisatawan lokal, namun ada yang berasal dari luar daerah seperti Magelang , Purwokerto, Semarang, Yogya dan kota lain di Jateng maupun DIY. Mereka sengaja datang pagi-pagi karena ingin menyaksikan keindahan sunrise atau matahari terbit serta, udara yang sejuk dan segar.

Di Watu Angkrik , pengunjung tidak di kenakan tiket masuk, namun hanya disediakan kotak untuk sumbangan seihklasnya.“ Keindahan serta panorama alam disini sangat mengasyikkan. Belum lagi kabut pekat yang menyelimuti pepohonan serta bukit kecil disekelilingnya akan membuat pengunjung betah berlama-lama,” katanya.

Wisatawan juga bisa menaiki gardu pandang berukuran besar, untuk melihat hamparan pepohonan dan panorama alam, bahkan bila pagi sekali bisa mandi kabut sejuk dan segar. Keberadaan obyek wisata Watu Angkrik baru sekitar 4 bulan dibangun oleh para pemuda dusun Tlogopucang Utara.

Berbagai fasilitas dibangun diantaranya sejumlah gardu pandang, dan gazebo yang sebagian besar berbahan dari bambu.Meski baru 4 bulanan, namun sudah banyak pengunjung atau wisatawan yang datang .

” Bila hari biasa hanya sekitar puluhan pengunjung. Namun pada hari mencapai di atas 1000 pengunjung,” tambahnya.

Seiring dikenalnya obyek wisata alam Watu Angkrik, pengelola menambah fasilitas seperti flying vox, sentra jajanan makanan tradisonal seperti entho cothot, tempe goreng dan ceriping telo pedes. Sebagai oleh-oleh pengunjung juga bisa mengoleksi berbagai jenis kaos dengan tulisan dan gambar Watu Angkrik dengan harga yang terjangkau.

Dengan banyaknya wisatawan yang berkunjung mendatangkan berkah sendiri bagi para pedagang yang berjualan. Berbagai dagangan yang dijual seperti aneka makanan ringan, nasi, serta douvenir.( Humas Pemda Temanggung )

Leave a Reply