DINPERINAKER KOTA PEKALONGAN MEMBUKA PELATIHAN KOMPETENSI BERBASIS APBN 2021

Kepala BLK Kota Pekalongan Sunarto Hadi, SIP.MM menyerahkan secara simbolis perlengkapan pelatihan kepada peserta

Pekalongan – Delik Jateng.com – Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Dinperinaker) Kota Pekalongan secara resmi membuka pelatihan berbasis kompetensi APBN tahun 2021, program peningkatan kompetensi tenaga kerja dan produktivitas di UPTD Balai Latihan Kerja setempat, Kamis (3/6/2021).

Ada sebanyak tiga kelas pelatihan diantaranya Pelatihan Teknik Las, Pelatihan Tata Rias/ Kecantikan, dan Pelatihan Tata Boga. Dimana untuk satu kelas diisi sejumlah 16 siswa, sehingga total peserta adalah 48 peserta pelatihan.

Kepala Dinperinaker Kota Pekalongan, Slamet Hariyadi SH MHum, membuka kegiatan tersebut didampingi Kepala UPTD BLK setempat, Sunarto Hadi SIP MM.

Slamet menyampaikan bahwa melalui pelatihan ini, Pemkot Pekalongan hadir di tengah masyarakat dalam rangka mengatasi laju pengangguran dan kemiskinan di Kota Pekalongan, termasuk peningkatan kualitas SDM.
“Kami bersinergi dengan kementerian Ketenagakerjaan RI mencari peluang -peluang program, salah satunya melalui pelatihan berbasis kompetensi ini,” ungkap Slamet.

la berharap, dengan bekal ilmu yang didapatkan para peserta dapat bersaing dalam dunia usaha baik sebagai tenaga kerja di perusahaan maupun berwirausaha. “Mudah-mudahan mereka (peserta) dapat mengikuti pelatihan dengan baik. Sebab, banyak masyarakat yang ingin mengikuti pelatihan ini. Kami berharap setelah selesai pelatihan, dengan bekal ilmu yang didapatkan, peserta betul-betul siap masuk dalam dunia kerja baik formal maupun wirausaha sesuai dengan skillnya (keterampilan) masing-masing. Tetap akan kami pantau, dan berikan fasilitasi bagi peserta. Misalnya melalui penyaluran lulusan BLK ke perusahan yang diinginkan,” terangnya.

Ditambahkan oleh Kepala UPTD BLK, Sunarto hadi bahwa dalam pelatihan APBN salah satu syarat wajib bagi peserta adalah harus dalam kondisi sehat yang dibuktikan dengan hasil dari rapid test. “Sebelumnya, semua peserta sudah menjalani rapid test dan alhamdulilah hasilnya non-reaktif. Syarat ini mutlak diikuti oleh peserta dan peserta tidak dipungut biaya atau gratis,” imbuhnya. Terkait waktu pelaksanaan pelatihan, disampaikan sunarto, pelatihan dimulai sejak Kamis (3/6) hingga Jumat (23/7).

(Istiadi / Eddy. S)

Leave a Reply