Ketua GNPK Jateng Dorong Kejati bongkar otak Korupsi Banprov di Jateng

HR Mastur Darori SH MSi

Kendal-DJ. Paska terungkapnya kasus dugaan penyelewengan Dana Bantuan Provinsi (Banprov) Jateng yang diperuntukan pemberian fasilitas pendidikan berupa Laptop di Kendal dan Pekalongan senilai Rp 22,5 Miliar dari total anggaran Banprov sebesar Rp 1,142 Triliun se Jawa Tengah.

Hal ini direspon banyak.pihak termasuk dari Ketua Gerakan Nasional Pemberantasan Korupsi (GNPK)’Jawa Tengah, HR. Mastur, SH, MSi yang memberikan apresiasi kepada Kejaksaan Tinggi Jawa Tengah yang telah dengan cepat membongkar kass ini,”‘Kami apresiasi atas kesigapan pihak Kejati untuk membongkar kasus ini, dan diharapkan juga bantuan di daerah lainnya pun bisa segera dilakukan penyelidikan. Karena dana Banprovnya juga cukup besar,”‘tuturnya. Dan Mastur juga meminta pihak Kejaksaan dalam menangani kasus ini harus mengusut tuntas sampai dalang arau Otak Korupsinya,” Kasus Korupsi Mading Kendal yang ditangani Kejaksaan beberapa waktu lalu, hanya bisa memenjarakan eksekutor dibawahnya. Sedangkan yang diduga otak serta penikmat hasil korupsinya justru sampai saat ini masih bebas berkeliaran,” imbuhnya.

Dan Mastur pun mensinyalir masih banyak indikasi.kasus Korupsi di Kendal yang terkesan belum.dituntaskan dengan baik,” Ada kasus Alkes, UKS untuk SD di Kendal, Patung Cacing Batas Kota Kendal, Korupsi Cacing di Dinsos Kendal, Lampu Penerangan Jalan, Pembangunan Jalan Pelabuhan Kendal, Kursi Stadion Kendal dan RDUD Kendal juga Rumah Dinas Bupati Kendal yang hingga kini masih mangkrak, mestinya itu juga diusut tuntas, Karena tidak sedikit Uang Rakyat telah dikeluarkan untuk membangunnya. Itu baru di Kendal ditambah daerah lainnya bisa banyak yang terindikasi korupsi,” pungkasya.

Sementara itu sebelumnya Aspidsus Kejaksaan Tinggi Jateng, Ketut Sumedana mengungkapkan kepada Pers bahwa memang hasil pengusutannya di Disdik Kendal dan Pekalongan atas kasus Laptop Banprov Jateng Tahun 2018 ditemukan kerugian Negara mencapai Rp 7,4 Miliar yang rencananya untuk penetapan tersangkanya akan diumumkan minggu depan.

Selanjutnya sebagaimana hasil pemantauan Media ini, memang Provinsi Jawa Tengah dalam rangka memfasilitasi pembangunan di daerah Kabupaten/Kota se Jawa Tengah telah menganggarkan triliunan rupiah, termasuk juga Bantuan Provinsi untuk menanggulangi kekeringan saat ini yang terjadi didaerah dengan menganggarkan suplai Tangki Air ke Lokasi kekeringan. Namun disinyalir berbagai bantuan yang digelontorkan Pihak Pemerintah Provinsi Jateng, justru pelaksanaan nya bisa saja diselewengkan oleh oknum Koruptor sebagaimana Kasus di Disdik Kendal dan Pekalongan.

(TIM)

Tinggalkan Balasan