Tim Alfa Capres Jokowi – Ma’ruf di Kendal, Sandiaga Temui Petani Kopi di Temanggung

Deklarasi Tim Alfa Jateng

KENDAL,delikjateng.com – Anggota Komisi VI DPR RI, Rieke Dyah Pitaloka mendeklarasikan Tim Alpha Zona Jateng untuk pemenangan pasangan Jokowi- Amin di GOR Bahurekso Kendal.(Sabtu, 1/12). Sementara di Temanggung, Cawapres Sandiaga Uno menilai harga kopi semakin pahit lantaran ulah tengkulak dan belum adanya perlindungan pemerintah.

Dalam deklarasi Tim Alpha Zona Jateng, Rieke Dyah Pitaloka mengatakan, selain untuk memenangkan Jokowi-Amin, juga untuk berjuang mensukseskan beberapa kebijakan yang sedang diperjuangkan oleh Jokowi seperti pengangkatan sejumlah pegawai yang belum menjadi PNS termasuk lima jaminan sosial.

” Jaminan sosial itu meliputi jaminan kecelakaan, kesehatan, pensiun, hari tua dan jaminan kematian,” katanya.

Tak kalah pentingnya, tim Alpha ini berjuang untuk menyuarakan dukungan terhadap Jokowi yang sedang berjuang membangun badan riset dan inovasi nasional yang akan bekerja menjadi basis pengambilan keputusan Indonesia menjadi negara industri. Dan
hal lainnya yang masih terus disuarakan Jokowi, adalah pentingnya persatuan, gotong royong, solidaritas dan kerjasama untuk mempertahankan tetapnya pancasila.

“Bersama Jokowi-Amin, tetap pancasila itu penting. Dan tetap dalam satu wadah kesatuan Republik Indonesia,”tandas Rieke.

Deklarasi Tim Alpha Zone Jateng ini juga diselenggarakan di Kabupaten Grobogan pada Minggu Siang 2 Desember 2018. Dihadiri 2000 orang yang melibatkan Para Perawat, Guru, Bidan dan K2 Honorer.yang belum menjadi PNS.

Sandiaga di Temanggung

Sementara itu di Temanggung Sandiaga menemui petani kopi di Dusun Malebo Barat, RT 01/03 Desa Malebo, Kandangan, Temanggung, Sabtu (1/12).

Dia menerima keluhan dari Winarto, seorang petani kopi Desa Malebo tentang pengadaan pupuk. Selain itu, berkuasanya tengkulak yang memainkan harga jual kopi mentah petani.

” Masalah pengadaan pupuk, di sini sistemnya rayon, kelompok, belinya harus di kelompok itu, dan belum pasti ada yang sistem komplitnya. Sehingga kalau kita pindah ke tempat penjual lagi enggak bisa. Harapannya kartu tani bisa dimanfaatkan di toko lainnya pak,” ungkap Winarto.

Mendengar keluhan itu, Sandiaga menilai seharusnya tugas pemerintah melindungi petani, bukan hanya terkait persediaan pupuk. Tetapi meliputi penyertaan modal usaha hingga harga jual kopi petani.

“Harga kopi saya bilang rasanya pahit seperti rasa kopinya, karena mestinya harga kopi itu di pasar Rp 24.000 sampai Rp 28.000 sekilo. Kalau di Jakarta sudah 10 kali lipat. Jadi di tingkat petani jangan pahit, harus ada manis-manisnya. Jangan pahit kayak jamu brotowali,” ungkap Sandi.

Terkait masalah yang dialami petani, Sandi mengaku memiliki strategi dan solusi yang dapat diterapkan. Langkah pertama adalah pelatihan dan pendampingan, sehingga kualitas produk kopi mentah hingga olahan kopi yang dihasilkan para petani Desa Malebo meningkat.

” Meningkat di kelas dunia. Saya ingin barista dan petani kopi mendapat pendidikan pelatihan yang baik, kalau bisa kita kirim ke eropa atau Amerika. Kedua, branding. di sini udah alhamdulillah. kita ingin brand-nya lebih kuat,” tambahnya.

Selain itu, Sandiaga mengaku akan meluncurkan OK Oce Kopi, sehingga petani dapat membuka usaha kopi. Karena seperti diketahui sentar penghasil kopi di Pulau Jawa terpusat di Temanggung.

(Suchafif, rahmad)

ads

Related posts

Tinggalkan Balasan