Sorotan Pekan Ini : Ketua Majelis Hakim Beri Uang 1 Juta Kepada Tergugat

Sidang Siti Aminah di PN Blora
Sidang Siti Aminah di PN Blora

BLORA,delikjateng.com – Peristiwa mengharukan terjadi di persidangan Pengadilan Negeri Blora, Jumat (28/7). Ketua Majelis Hakim, Roro Endang justru menyantuni tergugat Siti Aminah, yang terlilit hutang dan digugat pihak Bank Perkreditan Rakyat ( BPR) Blora.

Selama dalam persidangan,Siti Aminah selalu didampingi Ketua Lembaga Perlindungan Konsumen dan Swadaya Masyarakat (LPKSM) Putra Lawu, Satiman.

Kata Satiman, perkara ini berawal dari gugatan dari BPR Blora terkait utang Siti Aminah sebesar Rp 40 jt. Wanita itu belum bisa membayar, karena mengalami musibah kecelakaaan dan sakit tumor yang dideritanya.

” Namun sebidang rumah yang diagunkannya, tiba-tiba akan dilelang BPR. Dan akhirnya berujung di Pengadilan ini,” ungkap Eatiman yang juga pensiunan Polisi Militer ini kepada wartawan.

Siti Aminah di persidangan menceritakan secara gamblang peristiwa yang dialaminya berkaitan dengan pinjamannya di BPR. Sejak terjadi kecelakaan hingga mengalami penyakit tumor, utangnya ke BPR Blora yang mestinya diangsur setiap bulannya jadi terbengkalai.

Padahal selaku Ibu Rumah tangga, Siti Aminah juga masih harus menanggung biaya 5 orang anggota keluarganya, termasuk Ibu kandungnya yang telah tua renta. ”Pada persidangan sebelumnya, saya siap mencicil utangnya Rp 2,7 juta per bulan. Tapi nggak mampu,” ungkapnya.

Tapi tiba-tiba sepetak rumah yang terletak di Jalan Gatot Subroto No.46A Blora yang telah diagunkannya akan dilelang pihak BPR. Padahal rumah yang diagunkan itu belum dibagi warisnya.

Ketua Majelis Hakim Roro Endang, nampaknya iba dengan nasib yang menimpa Siti aaminah. Secara spontanitas dia menyumbang Rp 1 juta dari uang pribadinya untuk mengurangi beban berat Ibu Siti Aminah.

” Orang berhutang berkewajiban membayar, hukumnya dunia sampe akherat. Namun kalau belum punya dan memang dalam keadaan sulit ekonominya, maka pihak yang dihutang harus memberikan tenggang waktu untuk memberi kesempatan kepada penghutang mencari uang. Apabila terpaksa tidak mampu membayar karena siatuasi keadaan, maka harus diikhlaskan ,” tutur Hakim di persidangan.

Kejadian langka yang mengharukan ini disaksikan para pengunjung sidang, termasuk perwakilan dari BPR Blora yaitu Yayuk dan Andhik. Diketahui Siti Aminah seorang ibu yang mempunyai usaha cetak batako, telah meminjam uang ke BPR Blora sebesar Rp 40 juta dengan agunannya berupa sepetak rumah di Jalan Gatot Subroto Blora sekira Tahun 2014.(RD)

ads

Related posts

Tinggalkan Balasan