Ritual Gunung Kemukus Disorot Media Asing

Copyright©Ist/IW

delikjateng.com – Sejumlah media asing kini mulai menyoroti laku ritual di Gunung Kemukus, tepatnya di Desa Pendem, Kecamatan Sumber Lawang, Kabupaten Sragen. Pelaksanaan ritual disana dianggap menarik, karena banyak yang mengakhirinya dengan berhubungan seks.

Tempat itu banyak dikunjungi pelaku tirakat, tak hanya dari daerah sekitar, tapi juga dari berbagai kota di Pulau Jawa. Utamanya pada malam Jumat Kliwon, banyak pelaku tirakat datang untuk tujuan cepat sukses dan kaya.

Yang dianggap menarik, banyak pelaku tirakat yang mengakhiri ritualnya dengan berhubungan seksual, bukan dengan pasangan sahnya. ” Tapi tidak semua seperti itu, hanya beberapa saja,” kata warga disana.

Makanya ada yang menjuluki, laku di Gunung Kemukus tak ubahnya ritual mesum. Seperti ditulis media online ynaija.com , pada Senin (28/8).

Media itu menurunkan artikel terkait ritual seks di Gunung Kemukus dengan judul “Understanding the Paradoxical Pon Festival of Indonesia”.

Laman tersebut menyebutkan, para peserta harus bermalam di atas gunung dan melakukan ritual seks dengan orang lain. Itu yang mereka yakini secara turun-temurun, jika mereka menginginkan keberuntungan pada masa depan.

Prosesi itu dilakukan jika pelaku ritual masing-masing (pria maupun wanitanya) telah menikah. Sedangkan berhubungan intim itu dilakukan bukan dengan suami/istri masing-masing. Harus orang lain.

Kadang ada pasangan yang sudah dipersiapkan sebelumnya. Tapi juga ada pria dan wanita yang kebetulan bertemu disana.

Tak hanya itu yang menjadi sorotan, ritual seks tersebut ternyata dilakukan lebih dari satu kali. Pelakunya harus berhubungan seksual dengan orang yang sama sebanyak tujuh kali, setiap 35 hari sepanjang tahun.

Pasangan tak sah itu harus menyelesaikan siklus tersebut, jika tidak maka ritual tersebut dianggap tak lengkap. Itu berarti mereka akan melakukan hubungan seksual dengan orang asing selama beberapa kali untuk mendapatkan hasil terbaik.

Media tersebut juga mengangkat prosesi ritual dengan persembahan menggunakan berbagai macam bunga di lokasi makam Pangeran Samodro. Peserta kemudian harus membasuh dirinya di mata air suci lalu bercinta dengan orang asing.

Website lainnya, media online asal Inggris, Metro.co.uk , mengulas perihal ritual di Gunung Kemukus dalam tulisan berjudul “Sex around the world: An Indonesian festival of sex with strangers”.

Penulisnya, Rosy Edwards, menilai intrik ritual yang terjadi di Gunung Kemukus soal berhubungan seks demi keberuntungan sangat menarik untuk diangkat.

Rosy Edwards mengungkap bahwa ritual yang sudah ada selama berabad-abad itu, mengharuskan pasangan yang baru bertemu untuk berhubungan seksual di samping candi, di sisi Gunung Kemukus.

Menurut Rosy, hal menarik dari tradisi itu bukan hanya lokasi yang tak biasa untuk ritual seks kuno, melainkan juga pelaku dan budaya dalam tradisi tersebut.

Leave a Reply