Nasabah Shok Uangnya Raib Oleh Pegawai Bank

TEMANGGUNG, delikjateng.com – Seorang nasabah Perusahaan Daerah Badan Kredit Kecamatan (PD BKK) Pringsurat, Nasyifatur Rahmayati, kaget dan shok saat mengetahui sebagian besar sado depositonya raib, tak tercatat dalam sistem lembaga keuangan. Padahal, ia merasa sama sekali belum pernah melakukan penarikan dari deposito yang dimiliknya.

“Saya heran, sangat kaget, ketika mengetahui sebagian besar saldo deposito hilang tak tercatat dalam sistem,”‎ kata Nasyifatur, Jumat (7/1) siang tadi.

Ia menuturkan, total saldo deposito miliknya di PD BKK Pringsurat sebesar Rp465 juta‎. Namun, saat melakukan pengecekan, ia kaget mendapati saldo deposito yang tercatat dalam sistem BKK Pringsurat tak sama dengan perhitungannya.

“‎Tahunya saldo saya berkurang banyak ya saat pas ramai-ramai mau kolaps itu. Saya cek, katanya deposito saya sudah diambil dalam beberapa kesempatan sebelumnya, jelas saya kaget, wong sama sekali gak pernah ambil,” urainya.

Menurutnya, dari total uang sebesar itu, yang masih tercatat dalam sistem lembaga keuangan itu hanya sebesar Rp113 juta. Sementara sisanya Rp352 juta raib entah ke mana.

Diakui, ia sudah melaporkan perkara ini kepada Direktur Utama (Dirut) BKK Pringsurat saat ini, Supriyadi. Menurut dia, berdasarkan penuturan Dirut, pihak manajemen‎ juga akan turut menyelesaikan persoalan tersebut.

“Saya gak mau tahu penyelesainnya seperti apa, itu urusan mereka. Yang terpenting, uang saya bisa kembali, saya masih menunggu kabar selanjutnya,” ucap dia.

‎Dirut PD BKK Pringsurat, Supriyadi, mengatakan memang ada beberapa nasabah yang sebagian saldo tabungan/deposito milik mereka tak tercatat dalam sistem. Menurutnya, hal itu disebabkan oleh perilakua karyawan yang tak amanah, sehingga terjadi fraud (penyalahgunaan/manipulasi).

Menurut dia, setidaknya terdapat 18 karyawan yang resign setelah ter‎jadi gonjang-ganjing di BKK Pringsurat. Usai diselidiki, ternyata mereka yang resign itu adalah yang terlibat dalam fraud atau manipulasi terhadap nasabah.

‎Dituturkan, sudah terdapat dua nasabah yang sudah menghadapnya secara langsung, terkait persoalan saldo yang tak tercatat dalam sistem. Menurutnya, berdasarkan penelusuran pihaknya setidaknya terdapat lima nasabah yang mengalami persoalan serupa.

“Yang dua, sudah saya selesaikan per individu. Sudah saya pertemukan, yang melakukan fraud itu sudah mengakui dan akan bertanggungjawab, ada yang menyerahkan sertifikat dan uang juga,” tutur Supriyadi.

Ia menandaskan, sebisa mungkin persoalan fraud ini diselesaikan secara individu. Namun, bila tak juga kunjung ada penyelesaian maka tak menutup kemungkinan akan ditindaklanjuti ke ranah hukum.

(Suchafif)

Leave a Reply