Kasek SMAN 1 Sukorejo Bantah Ada Pungli di Sekolahnya.

Kendal – DJ. Kepala Sekolah SMAN 1 Sukorejo, Siti Nur Wiqoyati membatah adanya pungutan liar ( Pungli ) di Sekolahnya sebagaimana diberitakan Media online beberapa wakltu lalu. Hal ini disampaikannya dalam jumpa pers yang digelar di SMAN 1 Sukorejo. ( Kamis, 10/6/21).
,”Adanya pemberitaan tersebut Kami mengajukan keberatan dan kami akan mengklarifikasi persoalan tersebut.
Karena untuk usulan-usulan dari pihak sekolah terkait Apapun kami selalu berkoordinasi dengan pihak komite selaku perwakilan dari wali murid,” ungkapnya.

Dan Siti Nur Wiqoyati juga menambahkan untuk menghindari prasangka adanya dugaan Pungli di sekolahnya yang telah diberitakan media online, Pihaknya juga sudah dipanggil untuk memenuhui panggilan klarifikasi dari kejaksaan negeri Kendal
” Kami datang tanggal 10/6/21 jam 15.13 wib” yang menghadiri panggilan undangan di Kejaksaan DR. Utomo, M Pd., pengawas SMA provinsi Jateng, Adhelika Mahmudiah, SE, Akt, Kasi SMA Cabdin XIII, Siti Nur Wiqoyati, S.Pd., M.A, Kasek SMAN 1 Sukorejo (SMANSA), Thohari, pengurus komite SMANSA serta Haryanto, staf sarpras SMANSA,” imbuhnya
Sementara itu Salah seorang Komite SMAN 1 Sukorejo, Mas Udin menjelaskan bahwa himbauan Gubernur untuk tidak memungut PSM rutin bulanan sudah dipenuhi sejak Januari 2020. Namun melihat bangunan lantai 2 (dua) gedung utama yang mangkrak dan mulai retak serta jika ada air hujan turun maka airnya akan meluber ke lantai satu. Akibatnya akan mengganggu proses KBM. Dari hal inilah pengurus komite berinisiatip mengusulkan agar tetap digelar rapat pleno komite. Agar diharapkan orangtua siswa bersedia membantu menyelesaikan renovasi gedung utama yang telah berjalan dua tahun itu. Kemudian diadakan dan digelar rapat Pleno secara bergelombang dari tgl 16 – 18 November 2020 yang menghasilkan kesepakatan dengan orang tua wali murid untuk melanjutkan renovasi pembangunan. ,”Untuk pembayarannya bersifat sukarela dan tidak ada batas waktunya,” ungkapnya.
Selanjutnya Mas Udin juga menambahkan bahwa sumbangan dari wali murid belum terkumpul semuanya hingga sekarang dan belum digunakan sama sekali.
Dalam Kegiatan rapat Pleno komite tersebut dilakukan atas ijin Gugus Covid Kecamatan Sukorejo dengan mempersilahkan asal memenuhi protokol kesehatan
Komite sekolah adalah suatu lembaga mandiri yang dibentuk untuk mewadahi peran serta masyarakat di setiap satuan pendidikan dalam rangka meningkatkan kualitas pendidikan. Komite sekolah diharapkan dapat meningkatkan peran masyarakat dalam penyelenggaraan sekolah. Sehingga, timbul rasa saling memiliki dan bertanggung jawab dalam kemajuan sekolah.
Komite sekolah harus bertumpu pada landasan partisipasi masyarakat dalam meningkatkan kualitas pelayanan dan hasil pendidikan di sekolah. Pembentukan komite sekolah harus memperhatikan pembagian peran sesuai posisi dan otonomi yang ada.
Komite sekolah merupakan lembaga yang sangat penting bagi keberlangsungan sekolah.
Sedangkan Ketua GNPK Kendal, Imam Subagyo mengatakan , apabila sudah ada larangan dari Gubernur apapun dalilnya terkait sumbangan tetap tidak dibenarkan dan berharap uang yang sudah terkumpul selayaknya dikembalikan lagi kepada siswa / wali muridnya. (TIM)

Leave a Reply