Jatuh Bangun Mofid SH Hingga Jadi Anggota DPRD

PEKALONGAN,delikjateng.com -Kehidupan manusia tidak lepas dari kronologi sejarah perjalanan masa lalu yang telah dijalani. Termasuk sosok Mofid.SH, Anggota DPRD Kota Pekalongan, ternyata sebelumnya telah kenyang dengan perjuangan hidup.

Awalnya, dia adalah seorang nelayan, juga pernah jadi kuli bongkok di pasar Kobong Semarang. Menjadi penjaja koran dan majalah di Tanah Abang,
dan pernah bekerja di konfeksi baju membuat lobang lobang kancing di Surabaya.

” Saya pernah bekerja di PT sanmaru Indofood cepat Jakarta Utara, atau jadi karyawan tempat pelelangan ikan di Demak dipindah di Pekalongan,” katanya kepada jurnalis delikjateng.com di Pekalongan.

Kariernya mulai melompat ketika menjadi Ketua Asosiasi kapal pursein, lalu ketua BKN panjang Wetan. Baru setelah itu jadi Anggita DPRD, serta Ketua Pertina Kota Pekalongan.

Saat ini jadi DPR itu awalnya adalah dari BKM panjang wetan, karena itu adalah organisasi yang bergerak di sosial, dan saya saat itu terpilih jadi koordinator dimana BKM panjang Wetan waktu itu BKM yang terjelek No. 1 se Kota Pekalongan,

Dalam jangka 48 bulan itu bisa menjadi 10 besar selama 2 tahun bisa menjadi 5 besar, akhirnya karena peningkatan pekerjaan sosial yang tinggi, dia dilamar oleh Partai Golkar untuk dicalonkan di Pekalongan Utara.

Tapi dalam rangka memenangkan Partai Golkar, bukan untuk dijadikan DPR dalam rangka memenangkan tapi di pertengahan jalan itu bahwa aturan Pemilu nomor urut tidak dipakai dan yang terbanyak jadi. Saat itu dia berada di nomor 8. Orang Utara itu memilihnya sehingga saat itu Golkar di utara dapat 3 kursi dan dia bisa mencapai atau menduduki rangking 2 setelah istri Walikota yaitu Ibu Bilgies Diab.

Itulah proses awal jadi anggota DPR. ” Sampai sekarang masih jadi ketua Asosiasi kapal kursin terus jadi ketua KUD. ” Saya ini dicalonkan kembali oleh Golkar di Dapil 2 Utara, dan ditaruh di nomor 9. Itu dan langkah kemarin yang saya kerjakan,” ujarnya.

Dia berusaha merubah Perda RT/RW dalam pembahasan ada di utara itu nanti terjadi peningkatan perekonomian dari sektor Utara, maka diperda RT RW yang salah bukan adalah merubah pemetaan wilayah menjadi daerah yang sekarang itu menjadi Rob. Yang menjadi permasalahan di Perda rtrw kita buat Kawasan Industri resensi yaitu harus ada pelabuhannya, maka nanti di sebelahnya dibuat Pelabuhan untuk sektor perikanan nya di 2018.

” Kemarin kami usulkan anggaran yaitu untuk pengerukan Muara atau merubah bibir Muara agar tidak lagi terjadi terjadi pendangkalan kapal Alhamdulillah kemarin sudah ditagih oleh Dinas pekerjaan umum(DPU) dan pengkajian itu sudah selesai, tinggal proposal itu nanti Walikota mampu tidak membawa ke pusat harapan kami agar 2019 itu bisa terealisasi dan bibir Muara itu bisa dikerok atau dirubah posisinya sehingga nanti ke depan sudah tidak ada lagi”kapal ada Jakarta”.

Kalau nanti sudah dalam dia akan berusaha membawa pulang kapal kapal cakalan yang saat ini masuk di Muara Baru dan masuk di Banyuwangi. Kalau itu sudah masuk kota Pekalongan lagi dia berkeyakinan tidak lama perikanan Kota Pekalongan akan ramai kembali.

(tasurun)

ads

Related posts

Tinggalkan Balasan