Festifal Memedi Sawah Diyakini Mampu Undang Wisatawan

Festifal Memedi Sawah yang digelar di kompleks Candi Ngawen
Festifal Memedi Sawah yang digelar di kompleks Candi Ngawen

MAGELANG, delikjateng.com – 27 kelompok masyarakat di Desa Ngawen, Kecamatan Muntilan, Kabupaten Magelang, mengikuti festival “Memedi Sawah” yang digelar di kompleks Candi Ngawen, desa setempat. Warga meyakini kegiatan itu bisa menjadi daya tarik wisatawan lokal maupun internasional.

Dalam festival itu, masing-masing peserta menampilkan sedikitnya satu patung orang-orangan yang disebutnya sebagai menedi sawah. Makanya saat festifal berlangsung, deretan memedi sawah nampak seperti berbaris mengelilingi kompleks Candi Ngawen.

Selama ini, memedi sawah biasa digunakan warga untuk mengusir hama burung. Pada festifal itu, peserta sengaja memamerkan kepada masyarakat dengan cara diarak keliling desa.

Ketua Panitia Festival Memedi Sawah AL Saptandyo menjelaskan, memedi sawah dengan kelengkapannya nasi wiwit memiliki makna tersendiri bagi warga setempat. Nasi wiwit, dalam hal ini merupakan wujud syukur dari para petani atas panen yang telah dilimpahkan oleh Tuhan Yang Maha Esa kepada petani.

“Pembuatan nasi wiwit dilakukan menjelang panen. Ini merupakan wujud syukur dan terima kasih petani karena diberikan panen yang baik. Wiwit juga berati mengawali benih yang baik untuk pertanian selanjutnya,” katanya.

Sedangkan memedi sawah, biasa digunakan oleh para petani untuk mengusir hama burung pipit yang kerap memakan padi. Bentuk atau wujud dari memedi sawah ini berbagai macam, tergantung selera pembuatnya.

“Khusus untuk festival memedi sawah kali ini, kami membebaskan para peserta untuk membuat memedi dengan wujud dan bahan apa pun, kecuali dari bahan plastik,” katanya.

Ia mengatakan ada sebanyak 27 dusun di Desa Ngawen, Kecamatan Muntilan, yang berpartisipasi dalam festival kali ini.

Sementara itu Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga Kabupaten Magelang, Iwan Sutiarso mengatakan, kegiatan ini antara lain bertujuan untuk menggerakkan desa wisata dan wisata perdesaan.

Selain untuk melestarikan tradisi yang sudah ada, melalui kegiatan seperti ini diharapkan mampu meningkatkan kunjungan wisatawan ke desa wisata bertambah.

” Kemudian, lama tinggal wisatwan juga meningkat sehingga berdampak pada kesejahteraan masyarakat,” katanya.

Kabupaten Magelang memiliki tiga bidang unggulan, yakni pertanian, industri kecil, dan pariwisata. “Kami berharap, ketiganya bisa berkolaborasi untuk kesejahteraan masyarakat,” katanya.

“Tema pada festival kali ini adalah nasi wiwit dan memedi sawah. Keduanya merupakan tradisi yang harus tetap dilestarikan,” katanya.(sigit purnomo)

Leave a Reply