Menjambret Polwan, Dua Penjambret Dibekuk

jambret
dua tersangka jambret tersebut yakni Nur Kholik (37) dan Bagas Mardiyansah (20)

SOLO,delikjateng.com – Dua pelaku kasus penjambretan, yang baru saja menjambret Anggota Polwan di Solo, dibekuk polisi. Satu pelaku diantaranya terpaksa harus dilumpuhkan dengan timah panas.

Selain itu, polisi juga menemukan sejumlah barang bukti dari tangan kedua tersangka sebuah sepeda motor Suzuki Smas Nopol AD 6323 MT yang dibeli dari hasil kejatanannya, Yamaha Vixon Nopol AD 2174 OV, tiga buah handphone merek Nokia, enpa lembar STNK kendaraan bermotor, dompet, sebuah jaket, kaos dan sarung.

Kapolres Surakarta, AKBP Ribut Hari Wibowo melalui Kasat Reskrim Kompol Agus Puryadi mengatakan, dua tersangka jambret tersebut yakni Nur Kholik (37) dan Bagas Mardiyansah (20). Mereka adalah warga Tlodong RT 01 RW 09 Sidoharjo Polanharjo Klaten.

” Sekarang mereka sedang menjalani pemeriksaan oleh tim penyidik di Mapolresta Surakarta,” katanya.

Kedua pelaku melakukan aksinya di depan toko roti Jalan MT Haryono Manahan Solo, pada Rabu (9/8), sekitar pukul 20.00 WIB l. Korban seorang anggota Polwan Polda Jateng. Keduanya melakukan aksi menggunakan sepeda motor, dengan cara mendekati korban yang sedang turun dari mobil merampas tasnya.

“Kami setelah mendapat laporan langsung melakukan penyelidikan untuk mengenali pelaku dengan sarana sepeda motor melalui `Closed Circuit Television` (CCTV) di lokasi kejadian,” kata Agus Puryadi.

Ke dua pelaku ditangkap di rumah masing-masing Polanharjo Klaten, pada Kamis (17/8), sekitar pukul 06.00 WIB. Pelaku Nur Kholik terpaksa harus dilumpuhkan kaki kanannya dengan timah panas karena saat dilakukan penangkapan berusaha kabur.

Dari hasil pemeriksaan, tersangka mengaku tas milik korban anggota Polwan tersebut setelah diambil isinya kemudian dibuang ke sungai. Mereka mengaku sudah melakukan kejahatan jambret sebanyak delapan kali di lokasi yang berbeda di Solo, sedangkan terakhir korbanya anggota Polwan di kawasan Manahan Solo beberapa waktu lalu.

Masyarakat dihimbau agar waspada dan jangan lengah saat pergi ke tempat-tempat keramaian serta membawa barang-barang berharga. Pelaku jambret rata-rata mengincar sasarannya kepada korban dalam kondisi lengah dan sedang lemah.

“Saya berperan menjadi eksekutornya, dan hasil kejahatan ini, sebagian untuk membeli motor dan bersenang-senang di karaoke,” kata tersangka Nur Kholik kepada penyidik.

Atas perbuatan para tersangka tersebut dapat dikenai Pasal 363 KUHP, tentang Pencurian dengan Kekerasan, ancaman hukuman maksimal lima tahun penjara.

ads

Related posts

Tinggalkan Balasan