Algeria Juara Favorit Tapak Suci Dunia di Solo

Kejuaraan Tapak Suci Dunia

Surakarta-DJ. Kontingen Tapak Suci Negara Algeria menduduki posisi Kontingen terpavorit di Ajang Kejuaraan Tapak Suci Dunia yang digelar 31 Agustus – 5 September 2019 di Solo. Sedangkan Juara Umum Pertama diraih Kontingen Tapak Suci Jawa Timur dengan 6 Medali Emas, 10 perak dan 2 Perunggu. Disusul peringkat kedua Kontingen DKI Jakarta dengan 6 Emas, 2 Perak dan 4 Perunggu. Kemudian Kontingen Jawa Tengah menduduki peringkat ketiga dengan perolehan 3 Emas, 6 Perak dan 8 Perunggu. Dan Perolehan Prestasi Para Atlit sesuai hasil prestasinya saat pertandingan .

Sedangkan Kriteria Juara terpavorit yang disematkan kepada Kontingen dari Algeria , didasarkan atas semangat serta konsistensinya dalam mengikuti pertandingan. Hal ini sebagaimana diungkapkan Ketua Pimpinan Pusat (PP) Tapak Suci Putra Muhammadiyah, Afnan Hadikusumo,” Ya betul Algeria dapat juara terpavorit, karena semua pertandingan diikutinya, sopan dan semangat dalam bertanding secara sportif,” ungkapnya.

Dan Afnan juga menegaskan bahwa digelarnya Kejuaraan Tapak Suci ini bukan semata-mata untuk mendapat juara. Tapi juga untuk memilih bibit-bibit para pesilat Indonesia menuju prestasi Dunia,” Semuanya yang Kami lakukan Untuk Negara Republik Indonesia, terutama di Dunia Persilatan,” tandasnya.

Manajer Kontingen Tapak Suci Jawa Tengah, HR Mastur, SH, MSi

Sedangkan Manajer Kontingen Tapak Suci Jawa Tengah, HR Mastur, SH, MSi menyatakan harus puas dengan Juara ketiga yang bisa diperoleh Para Atlitnya,”‘Kami harus puas dengan perolehan ini, karena Para Atlit Kami memang telah berjuang sebaik-baiknya tanpa mengenal lelah dan waktu sejak saat latihan sampai pertandingan. Kami sangat mengapresiasi perjuangan para Atlit,” ujarnya.

Namun Mastur juga memberi saran agar Penyelenggaraan Kejuaraan Tapak Suci Dunia yang akan datang harus dilaksanakan lebih baik sesuai kondisi saat ini yang semakin modern,” Kami berharap Para Wasit bisa lebih mampu menggunakan IT, karena kemarin saat pertandingan ada beberapa Wasit yang masih canggung dengan IT. Termasuk Pendengaran serta penglihatan Para Wasit harus jeli. Karena dampaknya nanti yang dirugikan para Atlitnya,” imbuhnya.

Sebagaimana informasi yang dapat dihimpun Media ini, memang sejak dimulainya perhelatan Akbar Kejuaraan Tapak Suci Dunia yang diikuti 28 Propinsi , 546 Atlit serta 14 (Empat belas) Negara ini jadwal pertandingannya cukup padat yang dimulai dari pagi hingga larut malam. Namun semangat para Atlit dari semua kontingen sempat memanaskan suasana arena pertandingan dengan yel yel para suporternya. Dan Event Kejuaraan Tapak Suci Dunia rutin 2 (dua) Tahunan ini rencananya pada Tahun.2021 akan digelar di Yogyakarta atau DKI Jakarta,” Kemarin ada yang melamar agar diselenggarakan di Yogyakarta, tapi nanti Kami rapatkan dulu,” pungkas Ketua PP Tapak Suci, Afnan Hadi Kusumo. (Kamis, 5/9).

(TIM)

ads

Related posts

Tinggalkan Balasan