Terkait Solar Cell, 45 Kades di Kendal Dimintai Keterangan Ditreskrimsus Polda Jateng

Ditreskrimsus Polda Jateng

Semarang, delikjateng.com- Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Jawa Tengah (Jateng), untuk tiga minggu terakhir telah memintai keterangan 45 kepala desa yang tersebar di 11 Kecamatan Kabupaten Kendal.

Dimintainya keterangan 45 kepala desa yang ada di Kendal ini, terkait penerimaan bantuan Solar Cell dari Provinsi Jateng senilai kurang lebih 6 Miliar.

Kepala Sub Direktorat Tindak Pidana Korupsi (Kasubdit Tipikor) Ditreskrimsus Polda Jateng AKBP Gunawan, S.Si., mengatakan, dirinya memang telah memintai keterangan terhadap 45 kepala desa penerima bantuan Solar Cell dari Provinsi Jateng. Namun pemeriksaan yang dia lakukan itu masih bersifat mengumpulkan bahan keterangan atau pulbaket.

“Kalau dalam proses pulbaket ada dugaan perbuatan melawan hukum akan kita naikan ke tahap penyelidikan,”kata Kasubdit Tipikor Polda Jateng, AKBP Gunawan, S.Si., saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa(14/4).

Menurut Gunawan, desa- desa di Kabupaten Kendal ini, rata- rata mendapat bantuan Solar Cell dari Provinsi Jateng sebanyak 11 hingga 13 tiang Solar Cell, dengan anggaran Rp 150 juta perdesa, dengan total nilai seluruhnya sekitar 6 Miliar.

“Mereka kami mintai keterangan karena menindaklanjuti laporan dari masyarakat Kendal,”ujar Gunawan.

Bahkan terang Gunawan, jika pulbaket selesai, kemudian naik ke penyelidikan, dan ternyata memenuhi unsur pidana, maka akan di tingkatkan ke tahap penyidikan.

Salah satu kepala desa yang ada di Kecamatan Gemuh berinisial AR, mengatakan, pihaknya membenarkan adanya pemeriksaan di Ditreskrimsus Polda Jateng. Bahkan dirinya sudah dua kali dimintai keterangan terkait bantuan Solar Cell ini.

“Memang di desa kami mendapat bantuan Solar Cell dari rekanan senilai Rp 150 juta. Tapi barang tersebut yang memasang rekanan juga. Desa kami hanya ketempatan saja. Jadi, Solar Cell itu mutunya bagus atau tidak, kami juga tidak tahu,”kata AR yang ditemui di Balai Desa,Senin(13/4).

Bahkan menurut AR, dirinya juga tidak tahu mengapa dia dimintai keterangan terkait masalah Solar Cell ini. Meski demikian, dirinya juga berterima kasih, karena Solar Cell tersebut telah dipasang di tempat- tempat yang gelap, sehingga jika malam di desanya sudah terlihat terang benderang.

Sementara itu, ketua Gerakan Nasional Pemberantasan Korupsi(GNPK) Jawa Tengah, HR Mastur Darori, SH., M.Si., mengatakan, pihaknya mendukung langkah yang dilakukan Ditreskrimsus Polda Jateng ini.

“Jika memang dalam pemeriksaan nanti ada temuan merugikan negara, polisi harus bisa menuntaskan kasus ini agar para rekanan tidak main- main dengan anggaran dari Pemprov yang nilainya tidak sedikit,”terang HR Mastur Darori.(Tim)

Leave a Reply