Salah Tangkap Ketua Peradi Surakarta Dipertanyakan IPW Jateng

Humas IPW Jateng, Budi Kiatno, SH.

Semarang, delikjateng.com – Kasus salah tangkap Ketua Perhimpunan Advokat Indonesia ( Peradi) Surakarta, Idrus yang dilakukan Aparat keamanan saat Aksi unjukrasa Omnibus Law di Solo beberapa waktu disayangkan Indonesian Police Watch ( IPW) Jawatengah melalui Humasnya, Budi Kiatno, SH yang menyayangkan tindakan aparat dalam kasus ini.

Karena dalam situasi apapun Aparat harus bisa membedakan mana yang pelakunya dan mana juga yang bukan pelakunya. Jangan asal tangkap dan tidak mau tahu, meskipun punya kewenangan,” Tapi itulah yang saya sebut dengan tindakan sewenang wenang. Korban Badrus sudah menyampaikan identitasnya, menyampaikan sebagai Advokat, sesama penegak hukum. Dan harusnya aparat menggunakan dasar-dasar diskresinya, menyaring permasalahannya tidak asal tangkap,” ujarnya. ( Sabtu, 10/10).

Dan Budi juga merasa prihatin atas terjadinya kasus salah tangkap ini. Karena aparat dilapangan nampaknya kurang dibekali pemahaman akan humanis, emosi yang dikedepankan. Padahal aparat itu pelindung/pengayom masyarakat.Hakekat itulah yang tidak dipahami oleh polisi yang dilapangan. ” Memang manusiawi Polisi juga bisa emosi. Tapi sikap mengayomi dan melindungi itu yang harus ditunjukan kepada masyarakat sebagai pembeda dengan masyarakat biasa,” Tandas Pria yang juga Ketua Ikatan Advokat Muslim Indonesia ( IKAMI) Jateng ini.

Bahkan Budi juga meminta agar Aparat yang melakukan pengamanan saat unjuk rasa harus dibenahi dan dibekali nilai-nilai Humanis. Karena tindakan salah tangkap ini Khan efeknya panjang dihadapan Masyarakat. Mestinya
ada cara-cara yang bisa dilakukan oleh aparat yang dilapangan saat mengamankan demo yang tidak anarkis. Polisi khan punya intelejen bisa dimanfaatkan untuk cegah dini.

Mungkin inilah salah satu mis- Kordinasi antara tugas intelejen yang dilapangan. Atau komandonya yang tidak jalan, pimpinannya yang tidak mampu mengkoordinasikan bawahan,” Maka sangat mungkin setiap Unjukrasa terjadi chaos. Kepolisian harus benahi ini,” jelasnya.

Sebagaimana diketahui Aksi Unjukrasa menolak Undang-undang Omnibus Law telah merembet terjadi aksi dihampir semua Kabupaten/ Kota di Jawa Tengah. Termasuk di Kota Surakarta yang melibatkan banyak elemen Masyarakat. Dan saat polisi melakukan pengamanan para peserta Aksi Unjuk rasa , terjadi salah tangkap terhadap Ketua Peradi Surakarta. Hal ini menimbulkan solidaritas dari Para Rekan seprofesinya. Kini kabarnya korban Salah tangkap tersebut sudah dibebaskan pihak Aparat

( TIM)

Leave a Reply