Polda Jateng menang lawan Mantan Kepala BPN Kota Semarang

suasana sidang Mantan Kepala BPN Kota Semarang
Suasana Sidang Mantan Kepala BPN Kota Semarang di Pengadilan Negeri ( PN) Semarang Rabu (4/10)

SEMARANG,delikjateng.com – Kepolisian Daerah ( Polda) Jawa Tengah, telah memenangkan sidang Pra Peradilan yang diajukan pihak Tersangka Mantan Kepala BPN Kota Semarang, Yahman,SH, MM bin Partorejo di Pengadilan Negeri ( PN) Semarang Rabu (4/10) siang.

Hakim Tunggal Puji Widodo, SH dalam amar putusannya menolak permohonan pihak Pemohon, dan tidak membatalkan penetapan tersangka oleh Polda Jateng atas nama Yahman,SH,MM bin Partoredjo, selaku Mantan Kepala BPN Kota Semarang. Dia diduga telah melakukan tindak pidana memberikan keterangan yang tidak benar, dan sengaja memakai akta yang isinya seolah-olah benar kedalam akte otentik sebagaimana dimaksud dalam pasal 266 ayat 2 Jo Pasal 55 KUHP sebagaimana yang disangkakan pihak penyidik Polda Jateng.

Sementara itu pihak Polda Jateng, AKBP Daup saat dikonfirmasi terkait lanjutan penanganannya untuk segera melakukan penahanan atas tersangkanya. Pihaknya menolak berkomentar karena nanti diserahkan kepada penyidiknya. ” Itu bukan kapasitas saya, nanti tugasnya penyidik,” ujarnya seusai sidang.

Sedangkan dari pihak pengacara pemohon, Siswantoro,. SH,MH belum bisa banyak berkomentar, karena putusannya masih dalam perbaikan. Namun yang perlu disampaikan, bahwa klienya belum dilakukan pemeriksaan.

” Memang pada tanggal 1 jan 2017, klien kami dipanggil. Tapi tidak bisa datang, karena sakit. Dan pada bulan pebruari 2017 setelah dilakukan dua kali gelar perkara statusnya tetap tersangka. Itu ada intervensi dari pihak Advokat Rizal,” tuturnya.

Ditempat terpisah Pengacara Rizal mengakui pihaknya melakukan intervensi atas kasus ini, karena kliennya atas nama Soegianto alias Andi Sogianto selaku pemilik sah atas tanah dengan luas keseluruhan 4.090 m2, yang terletak di Jalan MT Haryono No. 823 dan No.825 Kelurahan Candi Kecamatan Candisari Kota Semarang tersebut telah mengalami kerugian, baik moril maupun materil atas perbuatan Mantan Kepala BPN Kota Semarang, Yahman yang dengan secara melawan hukum membuat keterangan tidak benar yang sangat merugikan kliennya.

” Kami sudah melakukan upaya hukum baik di Pengadilan TUN dan Pengadilan Perdata.Keduanya menang melalui putusan kasasi TUN Mahkamah Agung RI No. 230 K/TUN/2016 dan Putusan Kasasi MA RI No.3700.K/PDT/2016 tanggal 13 Februari 2017,” ungkapnya saat dihubungi di Kantornya Jantra Keadilan Semarang, sambil memperlihatkan berkasnya.

Rizal memang mengaku meminta hasil putusan sidang pra peradilan yang dimenangkan Polda Jateng ini bisa segera dilaksanakan semua pihak, agar klien dirinya secara hukum sebagai pemilik sah tanah tersebut aman dan tanpa ada gangguan dari pihak manapun.

Dengan putusan ini, diharapkan pihak Polda Jateng agar melanjutkan proses penyidikan terhadap tersangka atas nama Yahman.

Kasus ini bermula dari adanya dugaan Mantan Kepala BPN Kota Semarang, Yahman yang disinyalir terlibat dalam pembuatan sertifikat Hak Milik No. 665/KEL. No. CANDI, tanggal 02 Juni 2006 atas nama GOEI SWAN TIONG dengan surat ukur No.33/Candi/2006 tanggal 1 Juni 2006 seluas 2.817 m2 .Dan diduga proses permohonan sertifikat yang dilakukan pemohon Goei Swan Tiong tersebut disinyalir menggunakan dokumen tidak benar

Diantaranya menggunakan surat laporan kehilangan barang dari pihak kepolisian, dan mengumumkannya disalah satu surat kabar harian Semarang. Namun semua itu dibantah oleh pemilik sah tanah tersebut dan pihak Kepala BPN Kota Semarang yang dijabat Sumardjito, SH menolak permohonan proses pembuatan sertifikat tanah tersebut.

Namun diera Kepala BPN Kota Semarang yang dijabat Yahman, SH,MM justru proses pembuatan sertifikat yang diajukan pemohon GOEI SWAN TIONG dilanjutkan prosesnya dan dalam kurun waktu 9 ( sembilan) hari sertifikat tanah tersebut terbit.

Pihak pemilik sah tanah tersebut selanjutnya melaporkan perkara ini ke Polda Jateng, dan telah mentersangkakan GOEI SWAN TIONG yang belakangan ini telah ditetapkan sebagai DPO. Terakhir dia telah menjadi warga negara belanda.

Kemudian diduga proses pembuatan sertifikat yang disinyalir bernuansa rekayasa tersebut melibatkan banyak pihak, yang juga turut mendanai perbuatan melawan hukum tersebut. Sebagaimana ditemukannya bukti baru ( Novum) yang berkaitan dengan nilai proses pembuatan sertifikat hak milik nomor 000665/ Candi tanggal 02 Juni 2006 surat ukur No.33/Candi/ 2006 tanggal 01 Juni 2006 seluas 2817m2 atas nama Goei Swan Tiong sebesar Rp 4,5 Milyar sebagaimana tertuang dalam gugatan Nomor: 189 /PDT.G/2006 /PN Smg antara Mintaryono Ardianto melawan Goei Swan Tiong

Atas perkara ini Mantan Kepala BPN Kota Semarang, Yahman ditetapkan tersangka oleh Polda Jateng. Namun kemudian Ia mempraperadilankan Polda Jateng . Namun nampaknya upaya hukumnya kandas, karena Hakim justru menolak permohonannya, serta dampaknya pihak-pihak yang terlibat lainnya pun akan terseret dalam kasus ini.

” Saya yakin Pak Yahman melakukannya tidak sendirian , ada pihak lainnya yang juga harus diseret guna mempertanggungkan perbuatannya,” pungkas Rizal. ( Tim Biro Semarang)

Leave a Reply