Polda Jateng Dipraperadilankan

[11:20, 12/24/2017] D Narto Budhi: Polda Jateng Dipraperadilankan

SEMARANG, delikjateng.com – Seorang aktivis penolak pabrik PT Semen Indonesia di Rembang, Joko Priyanto, mengajukan gugatan praperadilan terhadap Kepolisian Daerah Jawa Tengah atas kasus hukumnya yang tidak kunjung ada kejelasan. Joko semula ditetapkan sebagai tersangka pemalsuan dokumen penolak pabrik tersebut.

Kuasa hukum Joko Priyanto, Kahar Muamalsyah mengatakan, pengajuan gugatan pra peradilan utu karena proses penetapan tersangka terhadap Joko dinilai cacat hukum. ” Sampai sekarang tidak ada kejelasan. Bahkan berkasnya belum dilimpahkan ke kejaksaan,” katanya sebagaimana dikutip antaranews.com.

Sebagaimana diketahui, Joko Priyanto ditetapkan sebagai tersangka pada Januari 2017. Dia menjadi tersangka pemalsuan dokumen penolak pabrik PT Semen Indonesia di Rembang.

Dokumen penolakan yang memuat sekitar 2.500 nama warga itu ternyata tidak lazim. Sedangkan dokumen tersebut diserahkan ke Mahkamah Agung.

Dalam dokumen yang ditandatangani sekitar 2.500 warga tercantum banyak nama-nama tidak lazim. Seperti Saiful Anwar, bertempat tinggal di Manchester, pekerjaan sebagai Presiden RI tahun 2025.

Ada pula warga bernama Zaenal Mukhlisin, tertulis bekerja sebagai Power Rangers. Sejumlah nama dalam dokumen tersebut diduga fiktif dan tidak jelas.

Menurut Kahar Muamalsyah, sejumlah dasar untuk melakukan gugatan praperadilan tersebut antara lain tidak adanya surat penetapan tersangka.

“Joko Priyanto langsung dipanggil untuk pemeriksaan sebagai tersangka. Padahal seharusnya diawali dengan surat penetapan tersangka,” tambahnya.

Selain itu, bukti permulaan yang cukup dinilai juga tidak dimiliki oleh penyidik. Ia menduga hal tersebut menjadi salah satu penyebab berkas perkara dugaan pemalsuan dokumen ini tidak kunjung dilimpahkan.

Dari hal tersebut, mereka optimistis gugatan praperadilan ini nantinya akan dikabulkan oleh pengadilan.(*)

Leave a Reply