Ngeri, Rumah Seharga Rp 700 Juta Dilelang BPR AM Rp 200 Juta

Chrisdianingsih . Pemilik rumah minta keadilan

UNGARAN,delikjateng.com – Gara-gara nunggak hutang di salah satu BPR AM Semarang, rumah Chrisdianingsih, Warga Rt OO3 Rw 002 Kelurahan Bandungan Kecamatan Bandungan Kabupaten Semarang, dilelang pihak BPR. Bahkan Chrisdianingsih diusir oleh pemenang lelang, dengan mengekuarkan seluruh perabotan rumah tangga dari dalam rumahnya, Sabtu (29/12).

” Kami hanya menuntut keadilan. Masak rumah yang harganya Rp 700 jutaan dilelang hanya Rp 200 juta. Kami minta kembalian atas selisih harga tanah tersebut,” ungkap wanita itu.

Chrisdianingsih sedih, karena rumah satu-satunya yang telah dihuni bertahun-tahun untuk tempat berteduh bersama Anak-anaknya dilelang begitu saja. ” tanpa ada rasa kemanusiaan,” tambahnya.

Karena merasa diperlakukan tidak adil, dia tetap bertahan di tempat itu sampai ada keadilan.

Sementara itu Ketua Lembaga Penyuluhan dan Bantuan Hukum (LPBH) Nahdlatul Ulama Jawa Tengah, Akhmad Robani Al-bar prihatin atas nasib yang menimpa salah seorang Warganya. Dia sarankan Ibu itu bertahan saja dirumah itu. Jika diusir dan dirusak barang-barangnya, laporkan saja ke Polisi.

Akhmad Robani juga menyayangkan atas kasus ini, karena mestinya pelaksanaan eksekusi itu merupakan kewenangan Pengadilan. ” Memang ini dilema, tapi harus ada dasar yang kuat untuk membela Rakyat yang lemah,” imbuhnya.

Pihak BPR AM Semarang melalui suratnya bernomor : 92/BPR.AM/COI.L/XI/2018 tertanggal 9 Nopember 2018 dan Surat bernomor: 107/BPR.AM/COI.L tertanggal 21 Nopember 2018 yang memberitahukan kepada Pihak Chrisdianingsih, atas pelaksanaan lelang rumahnya SHM No.950, atas nama Nasro terletak di Kelurahan Bandungan Kecamatan.Ambarawa Kabupaten Semarang.Kepada pihak-pihak yang saat ini sedang menempati /menghuni/menggunakan / menguasai obyek agunan sebagaimana tersebut diatas, diharapkan agar mempersiapkan diri dan segera melakukan pengosongan dan/atau melepaskan penguasaannya atas obyek agunan tersebut, serta menyerahkannya kepada PT. BPR AM.

Surat tersebut ditandatangani Direktur PT BPR AM Semarang. Namun dalam Surat Keterangan Pemenang Lelang yang dikeluarkan Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang tertanggal 5 Desember 2018 , justru Obyek lelangnya berbeda yaitu sebidang Tanah dan bangunan SHM No. 950 Luas 297 M2 di Kelurahan Bandungan Kecamatan Bandungan, Kabupaten Semarang. Sedangkan yang ditulis Pihak PT. BPR AM Semarang yaitu SHM No. 950 atas Nama Nasro terletak di Kelurahan Bandungan Kecamatan Ambarawa Kabupaten Semarang.

(rd)

ads

Related posts

Tinggalkan Balasan