Lelang Proyek Rp 9 ,1 Milyar di RS Karyadi Semarang Dipertanyakan

Paviliun Garuda RS Karyadi Semarang

Liputan Tim Biro Semarang

SEMARANG,delikjateng.com – Sejumlah aktifis anti korupsi Kota Semarang, menangkap dugaan kongkalikong dalam pelaksanaan lelang proyek pembangunan paviliun Garuda senilai Rp 9,1 Milyar di Rumah Sakit (RS) dr Karyadi Semarang.

Dugaan kongkalikong itu menyeruak setelah hasil leleng yang pertama dibatalkan, kemudian diadakan lagi lelang lanjutan yang diduga akan mengarahkan pemenangnya kepada Perusahaan Kontraktor tertentu.

Seorang aktivis dari Gerakan Nasional Pemberantasan Korupsi ( GNPK) Kota Semarang , HR Budi mendesak agar ulah oknum yang diduga melakukan permainan dalam proyek tersebut diusut tuntas. ” Biasanya mereka mencari kontraktor yang bisa diajak kuda-kudaan (Permainan-red), itu harus diusut ,” ungkapnya.

Sementara itu Sekretaris RS Karyadi saat dikonfirmasi jurnalis delikjateng.com membantah jika ada permainan dalam lelang proyek tersebut. ” Semua proses sesuai denga peraturan yang ada.
Pokja membatalkan lelang karena mengikuti aturan yang ada.,” ungkapnya melalui pesan singkat.

Diperoleh keterangan, lelang pembangunan interior paviliun garuda sebesar Rp 9,1 Milyar di RS terbesar se Jateng tersebut sudah dilakukan lelang yang pertama, dengan pemenangnya PT Berdera Berkibar. Namun hasil lelang tersebut dibatalkan pihak Panitia lelang, dengan alasan ada sanggahan dari pihak lainnya.

Ternyata telah menjadi preseden buruk dalam pengelolaan lelang yang dinilai banyak pihak sarat adanya dugaan permainan, telah mengecewakan para peserta lelang lainnya. Bahkan aliansi aktivis Gerakan anti korupsi ( GERAK) Jawa Tengah yang telah menjadi viral di group medsosnya mendesak, agar proses lelang yang diduga ada permainan oknum tertentu agar segera dilakukan investigasi secara menyeluruh, baik terhadap PPKOM, Kontraktor dan pihak ULP yang dominan dalam penentuan pemenang proyek tersebut

Tinggalkan Balasan