KSP Jateng Mandiri Dilaporkan ke Polda

Rizal, SH
Rizal, SH

SEMARANG, delikjateng.com Polda Jawa Tengah kini sedang meneliti adanya laporan warga yang menjadi korban investasi bodong. Sejumlah pelapor menguasakan laporannya melalui Kuasa Hukum Rizal, SH.

Kata Rizal, SH, setidaknya ada tiga korban yakni AS, LA dan SLS, semuanya warga Kota Semarang. Mereka mengadukan Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Jateng Mandiri ke Polda Jawa Tengah,  atas dugaan penipuan Investasi Bodong yang nilainya mencapai Rp 3,25 miliar

Menurut Rizal peristiwa itu terhadi sekitar awal Februari 2014, kliennya bertemu dengan yang mengaku pemilik KSP Jateng Mandiri Semarang berinisial HS. Pria itu membujuk agar para kliennya menyimpan dana di koperasinya, yang besarannya mencapai Rp 3,25 miliar, dengan iming-iming keuntungan 15 persen setiap tahunnya

Namun hingga bertahun-tahun keuntungan yang dijanjikan Pihak KSP Jateng Mandiri Semarang tak kunjung cair, dan simpanan dana para kliennyapun saat ditagih tak juga dikembalikan

“Klien kami sudah meminta dana tersebut dikembalikan, tapi Pihak KSP Jateng Mandiri tak juga mengembalikannya, hal ini termasuk kejahatan perbankan yang melanggar pasal 1 angka 5 dan pasal 46 Undang-undang Nomor : 10 Tahun 1998 tentang Perbankan, yang dapat diancam pidana penjara sekurang-kurangnya 5 tahun, dan paling lama 15 tahun serta denda 10 miliar hingga 200 miliar,” katanya sebagaimana dikutip MCW NEWS.

Menurut Rizal, yang dilakukan KSP Jateng Mandiri Semarang terhadap para kliennya telah memenuhi unsur penipuan, dan penggelapan sebagaimana diatur dalam pasal 378 KUHP jo Pasal 372 KUHP, dan telah dilaporkan ke Direskrimum dan Direskrimsus Polda Jateng

” Intinya kami meminta kasus ini agar segera diperiksa dan diusut tuntas , karena klien kami juga selama ini anggota KSP Jateng Mandiri, sehingga harus dilindungi oleh Undang-undang Nomor 25 Tahun 1992 tentang Perkoperasian, “tegas Rizal

Sementara itu kuasa hukum KSP Jateng Mandiri Semarang, Sujiarno Broto Aji, SH, menanggapi laporan para korban melalui jalur hukum, menyatakan menghargai proses hukum yang sedang berjalan, ” Dalam kasus ini kami cukup memahami , namun klien kami tidak melakukan tindak pidana, kasus ini hanya perdata, dan ini pun sudah ada putusan pengadilan, dan pihak KSP Jateng Mandiri semarang selama ini juga tidak melakukan kejahatan perbankan,” katanya

.Karena semua calon anggota serta anggota koperasinya yang berjumlah seribuan orang sudah mengikuti program Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU), yang telah diputus pengadilan bernomor: 13/PKPU/2016.

”Perusahaan kami masih mampu untuk mengembalikan dana, tapi akan kami lakukan secara bertahap, mungkin juli 2017 ini akan dikembalikan, “ungkap Aji.

Tinggalkan Balasan