Ketua GNPK Jateng Apresiasi Pengembalian Rp 4,4 Miliar Korupsi Mading Kendal

Ketua GNPK Jateng HR Mastur, SH, MSi

Semarang.-DJ. Ketua Gerakan Nasional Pemberantasan Korupsi (GNPK) Jawa Tengah, HR Mastur, SH, MSi mengapresiasi atas pengembalian Uang Korupsi Majalah Dinding (Mading) Elektronik di Dinas Pendidikan Kendal senilai Rp 4,4 Miliar ,” Kami apresiasi atas itikad baik dari Terdakwa yang telah mengembalikan Uang hasil korupsinya senilai Rp 4,4 Miliar, walaupun tidak bisa menghilangkan perbuatan pidananya. Tapi minimal bisa meringankan hukumannya,” tuturnya. (Minggu, 6/5).

Bahkan Mastur juga menilai Pengembalian uang hasil korupsi ini sebelum ada putusan inkraht dari Pengadilan bisa dijadikan acuan postif bagi para terdakwa korupsi lainnya dalam turut serta menyelamatkan keuangan Negara,” Selama ini khan Para Koruptor hanya dipenjara, tapi pengembaliannya setelah putusan pengadilan. Namun saat ini belum diputuskan pengembalian sudah dikembalikan,nantinya bisa ada keringanan dari Hakim. Tentunya Kami juga mengapresiasi pihak Kejati Jateng yang sudah memfasilitasinya, sehingga uang rakyat dapat diselamatkan,” imbuhnya.

Namun Mastur juga menegaskan bahwa Pihaknya tidak bisa kompromi dengan para Koruptor yang menguras uang Rakyat ,” Kami tetap mendesak Aparat hukum untuk bisa membongkar dugaan Kasus Korupsi lainnya di Kendal seperti Kasus Korupsi Alkes di RSUD Kendal, Korupsi Cacing di Dinas Sosial , Mangkraknya Rumdis Bupati Kendal dan Dugaan Korupsi Jalan Pelabuhan Kendal serta lainnya,” pungkasnya.

Sebagaimana diketahui Terdakwa Kasus Korupsi Mading Elektronik Kendal , Lukman Hidayat selaku Direktur PT Karya Bangun Sejati telah mengembalikan Uang hasil Korupsinya senilai Rp 4,4 Miliar ke Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Tengah (Selasa, 30/5) lalu.

Dan pengembaliannya melalui Pengacara terdakwa berupa uang tunai senilai Rp 1,4 Miliar serta melalui 2 lembar Cek masing-masing senilai Rp 1,5 Miliaran. Menurut Kepala Kejaksaan Tinggi Jawa Tengah, Sadiman bahwa Pengembalian uang hasil korupsi sudah diterima secara langsung dan akan dititipkan di BRI atas Nama Rekening Kejaksaan Tinggi,” Sudah lunas sebagai uang titipan,jika nantinya hasil putusan hakim kurang Maka akan Kami kembalikan. Namun, jika lebih. Maka akan Kami tagih lagi,” tuturnya.

Selanjutnya Kasus dugaan Korupsi Mading Elektronik di Dinas Pendidikan Kendal senilai Rp 5 Miliaran ini saat ini masih dalam proses persidangan di Pengadilan Tipikor Jawa Tengah yang terdakwanya Lukman Hidayat selaku Pengusaha Penyedia Barang, Mantan Kepala Dinas Pendidikan Kendal, Muryono serta Margi selaku PPKOMnya. (TIM)

ads

Related posts

Tinggalkan Balasan