IPJI Jateng Akan Kawal Aksi Kekerasan Wartawan Banyumas

Ketua IPJI Jateng, Didik Methana
Ketua IPJI Jateng, Didik Methana

SEMARANG,delikjateng.com – Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Ikatan Penulis dan Jurnalis Indonesia (IPJI) Jateng, akan melakukan klarifikasi dan pengawalan kasus kekerasan terhadap wartawan di Banyumas, Senin, (9/10) lalu. IPJI menuntut segera diusut tuntas, sesuai peraturan perundangan yang berlaku.

Ketua IPJI Jateng, Didik Methana mengaku sangat menyesalkan kasus itu terjadi di Jawa Tengah. “Selama ini wartawan selalu bermitra dengan aparat maupun Pemerintah guna menunjang kemajuan Jateng. Makanya kami kaget, kenapa wartawan dianiaya saat bertugas,” katanya kepada jurnalis delikjateng.com di kantornya.

IPJI mendesak kasus ini diusut tuntas dan ada yang berani bertanggungjawab. Karena profesi wartawan itu terhormat dan dilindungi UU Pers No.40 Tahun 1999.

“Kami berencana akan minta klarifikasi kepada semua pihak, termasuk kepada Bupati sebagai atasan satpol PP,” tambahnya.

Sementara Dewan Penasehat IPJI Jateng, H.Mastur Darori SH.MSi yang juga mengecam tindakan brutal tersebut, “Kami mengecam tindakan premanisme terhadap wartawan, harus ada perlindungan untuk wartawan. Segera diusut tuntas,” tuturnya.

Sebagaimana diketahui, kronologi kasus kekerasan terhadap wartawan Purwokerto itu terjadi saat mereka meliput pembubaran paksa aksi tolak pembangunan PLTPB Gunung Slamet di depan Kantor Bupati Banyumas, Senin malam.

Empat wartawan menjadi korban kekerasan, satu diantaranya wartawan Metro TV, Darbe Tyas menjadi korban kekerasan fisik, berupa pemukulan dan pengeroyokan sejumlah anggota kepolisian Polres Banyumas dan Satpol PP Pemkab Banyumas.

Lainya wartawan Suara Merdeka (Agus Wahyudi), Satelitpost (Aulia El Hakim), dan Radar Banyumas (Maulidin Wahyu).

Saat empat wartawan tersebut mengabadikan aksi unjuk rasa, sejumlah oknum polisi dan Satpol PP memaksa dan berusaha merampas alat kerjanya, seperti HP dan kamera. Bahkan, jika alat kerja tersebut tidak diserahkan dan gambar yang sudah diabaikan tidak dihapus, telepon genggam dan kamera akan disita.(tim biro pantura)

Leave a Reply