Warga Limbangan Tuntut Transparansi Hasil Tes Calon Perangkat Desa

warga mendatangi Kantor Balai Desa Limbangan
warga mendatangi Kantor Balai Desa Limbangan

PEMALANG,delikjateng.com – Ibu ibu dan Puluhan warga lainnya rame-rame mendatangi Kantor Balai Desa Limbangan, kecamatan Ulujami, Kabupaten Pemalang. Mereka merasa kurang yakin terhadap panitia pelaksanaan Tes penjaringan tertulis perangkat desa.

Bagi pendukung maupun keluarga berdatangan untuk menanyakan perihal dugaan kecurangan seleksi perengkat desa yang dilakukan oleh panitia pada Kamis ( 9/ 10/ 2017). Akhirnya pihak panitia penyelenggara berikan waktu untuk berdialog, dan audensi berlangsung dari pukul 13.40 s/d 15.25 Wib.

Audensi tersebut dihadiri oleh oleh Januar Nitbani ( Camat Kec Ulujami), Siswoyo ( Kepala Desa Limbangan), AKP. Mashuri ( Kapolsek Ulujami) beserta anggota, Serka. Mulyono( Babinsa Desa Limbangan), Panitia Penjaringan Perangkat Desa Limbangan.koorlap Rujatno (Tokoh masyarakat Desa Limbangan)

Rujatno menyampaikan, tujuannya adalah menanyakan secara langsung kepada panitia penyelenggara pengangkatan Perangkat Desa Limbangan, dan meminta jawaban secara langsung dari panitia Apakah panitia penyelenggara pengangkatan Perangkat Desa Limbangan sudah membuat Tim Pembuat Naskah,tim koreksi, tim pengawasan pelaksanaan seleksi/tes terhadap para calon perangkat Desa Limbangan dan siapa yang menjadi anggota dari Tim tersebut.

Bagaimana caranya Tim pembuat naskah yang telah di tunjuk Panitia dalam membuat naskah /soal-soal yang jumlahnya 100 soal dan timbul sebuah pertanyaan hanya dalam waktu 2 jam bisa membuat soal berikut penggadaannya karena ada prinsipnya para peserta siap menang / kalah atau Lulus /tidak lulus apabila mekanisme yang di jalankan sesuai aturan dan transparansi.

”Kami menduga adanya kecurangan dalam proses pelaksanaan seleksi perangkat Desa Limbangan hal tersebut dapat dilihat pada saat pelaksanaan pengoreksian lembar jawaban hanya di lakukan oleh Tim Pengoreksi sedangkan dari para peserta hanya menyaksikan dari jauh dan tidak di bacakan hasil /nilai dari masing-masing peserta serta lembar jawaban, juga lembar jawaban sempat dibawa masuk ke salah satu ruangan dan di bawa keluar kembali”,tegas Rujatno.

Lebih jauh Rujatno juga mengatakan, padahal dari peserta pada saat pelaksaan pengoreksian sudah mengingatkan agar lembar jawaban tidak dibawa masuk ke ruangan apa lagi tidak dalam kotak yang tersegel ataupun terkunci, kami menuntut pelaksanaan tes di ulang dan dilaksnakan di tempat yang lain jangan di Balai Desa Limbangan dan dilakukan secara transparan dalam mengoreksi.

Hal senada juga dikatakan oleh Elok Fatriyatillah, S.Pd salah satu peserta test perangkat desa. ” Kejanggalan yang paling mencolok adalah ketika panitia mengoreksi lembar jawaban dilakukan tidak secara terbuka bahkan seolah – olah ada yang ditutup-tutupi dan kelihatan ada indikasi kecurangan serta tidak transparan”, ucapnya.

Sementara itu terkait dengan tuduhan tersesebut, Haryanto ketua panitia penjaringan perangkat Desa Limbangan mengatakan, perlu dipahami bahwa Pembentukan Panitia penjaringan Perangkat Desa Limbangan berdasarkan hasil musyawarah warga masyarakat Desa Limbangan, sesuai aturan bahwa sebelum dilaksanakan pemutusan hasil seleksi kemarin panitia sudah menyampaikan kepada para peserta apabila ada yang protes ataupun tidak puas agar langsung disampaikan akan tetapi sampai dengan di putuskan. Para peserta tidak ada tanggapan merasa keberatan dan sudah di sepakati bersama sedangkan terkait dengan naskah yang di bawa masuk naskah lembar jawaban karena akan melaksanakan Isoma dan ruangan dalam keadaan terkunci”, jelas ketua panitia.

Haryanto juga mengatakan pelaksanaan tes, pengoreksian hasil tes sudah dilaksanakan sesuai dengan peaturan yang berlaku dan tim pembuat naskah/Soal yang ditunjuk oleh panitia yaitu berjumlah 2 orang dan pembuatan soal di laksanakan 2 jam sebelum di ujikan kepada para peserta.

Mendengar jawaban dari ketua panitia, para peserta audensi masih merasa tidak puas bahkan situasi semakin memanas.

(rae kusnanto)

Leave a Reply