Molornya Rapat Paripurna, Bupati Kendal Dinilai Hanya Pencitraan

H. Sakdullah Mas’ud. S. Sos

KENDAL, delikjateng.com, – Wakil Anggota Dewan Kendal. H. Sakdullah Mas’ud, S. Sos., M. H. menilai, Bupati Kendal telah melakukan manuver gerakan dialek politik yang tidak mencerminkan sebagai Bupati, dan justru cenderung memecah belah antara Bupati dan DPRD.

Saat di Konfirmasi melalui Henphonenya, Minggu (16/12) Sakdullah mengatakan, sebagai Kepala Daerah seharusnya tidak seperti itu, namun derap dan langkahnya harus bersifat menyatukan dan mensolidkan antar penyelenggara pemerintah. Dengan sesuai yang diamanatkan Undang-undang demi terciptanya kondusifitas Daerah dan demi kelancaran pembangunan.

Mestinya Bupati sadar, bahwa jabatan Bupati itu adalah orang yang dipilih rakyat dan dituakan untuk memimpin suatu Daerah. Tapi kalo derap dan langkahnya serta kebijakannya seperti ini, tidak mencerminkan sebagai orang yg dituakan ya, akhirnya rakyat yang akan menilainya. Ujarnya.

Sakdullah juga menambahkan. Rakyat Kendal sudah cerdas, meraka sudah bisa menilai juga melihat. Bahwa adanya kegagalan dalam membangun Kendal, karena kebijakannya disertai dengan perasaan ingin menghancurkan salah satu, diantaranya. Disinyalir aroma busuk yang ditebar dengan penuh Pencitraan dipertontonkan rakyat Kendal ketika datang di Sidang Paripurna tanggal 13 Desember 2018. Dan itu disinyalir sudah direncanakan demi untuk msnutupi kelemahan dirinya. Yang sebelumnya sudah berpuluh-puluh kali Bupati tidak pernah datang di Sidang Paripurna, bisa dikatakan itu pencitraan kelas dewa yg dipertontonkan pada rakyat kendal yg cerdas dalam melihat setiap persoalan. Tuturnya

Selainitu, Bupati mestinya prihatin atas kegagalan dalam membangun Kabupaten Kendal. Silpa yang selalu tinggi melampaui batas maksimal yang diamanatkan oleh UU yaitu maksimal 5%, bahwa kita ketahui silpa tahun anggaran 2016 menyentuh angka 12% sekitar 240 M, sedangkan tahun anggaran 2017 menyentuh angka sekitar 11% sekitar 232 M, ini adalah bukti kegagalan Bupati dalam mengelola Keuangan Daerah.

Belum lagi keprihatinan yang lain melengkapi deret kegagalannya setelah empat tahun memimpin Kabupaten Kendal, namun belum bisa mewujudkan Kantor Kecamatan Kaliwungu Selatan yg Representatif. Padahal itu sudah hampir 14 tahun berlalu, Kaliwungu Selatan sejak dipecah belum pernah memiliki kantor yg representatif hingga kini. Yang sebenarnya itu merupakan kebanggaan masyarakat Kaliwungu Selatan.

Ini bukti nyata kegagalan Bupati dalam memimpin Kendal dan harusnya hal inilah yg harusnya Bupati prihatinkan. Karena dengan silpa tinggi serta kebutuhan rakyat yg tak mampu diujudkan, adalah bukti kegagalan nyata dan rakyat tentu saja yang paling dirugikan. Bukannya malah hanya pencitraan seperti ini.

(Tim delik)

ads

Related posts

Tinggalkan Balasan