KPU sosialisasi ke penyandang Disabilitas

KPU gelar simulasi pencoblosan bagi penyandang Disabilitas Netra di Penganthi

TEMANGGUNG, Delikjateng.com – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Temanggung, menggelar simulasi pencoblosan bagi penyandang Disabilitas Netra di Penganthi. Simulasi tersebut bertujuan untuk memastikan hak berpolitik para penyandang disabilitas dapat terakomodir, Jumat (5/4).

Seperti diatur dalam Undang-Undang Nomor 8 tahun 2018 dan Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 pasal 5, Karena penyandang Disabilitas berhak memilih, Dipilih dan menjadi penyelenggara Pemilu. Di Temanggung, jumlah daftar pemilih tetap untuk penyandang Disabilitas sebanyak 1.593 pemilih.

Menurut beberapa penyandang Disabilitas, pemilu 2019 merupakan penentuan nasib negara untuk lima tahun kedepan. Karena, pemimpin yang jujur, bersih, prifesional dan mau mengayomi rakyat. Pastinya suatu negara akan mengalami perkembangan yang baik. Oleh karena itu, memilih calin pemimpin tidak boleh main-main atau asal coblos. Apalagi, sampai ada niat untuk golput.

Bakhan, para penyandang disabilitas ini juga rutin mendengarkan radio maupun berita televisi untuk mengenal rekam jejak para cakon melalui visi misi yang di paparkan. Informasi tersebut, menjadi pertimbangan memilih calom pemimpin.

“bagi saya sangat penting demi kemajuan dan mundurnya negara itu ditentukan oleh pesta demokrasi sekarang dan untuk menggali informasi visi misi para calon presiden dan wakil presiden, kami melalui media radio dan televisi, seperti debat kemarin itu.” kata Galeh Sulistiawan salah seorang penyandang disbilitas.

Komisioner KPU Temanggung, Henry Sofyan mengatakan, simulasi tersebut sangat penting kerena banyak hal harus diperhatikan. Seperti tentang waktu dan tata cara mencoblos yang sah dalam penghitungan di TPS. Serta, mengetahui fasilitas yang disediakan KPU. Yakni, kursi roda, alat bantu coblos utnuk pemilu tunanetra. Ukuran tinggi meja bilik suara, serta pelayanan khusus dari petugas TPS bagi pemilih berkebutuhan khusus.

“templat hanya disediakan untuk presiden dan DPRD. Untuk DPR RI, DPRD Povinsi, dan DPRD Kabupaten tidak ada, tapi disabilitas ini didampingi oleh pendamping” ujarnya.

Dengan digelar simulasi ini angka partisipasi pemilih penyandang disabilitas d pemilu 2019 meningkat, dan surat suara tidak sah bisa berkurang.

(Suchafif)

ads

Related posts

Tinggalkan Balasan