KETUA BAWASLU : ITU BUKAN LAPORAN, TAPI PERNYATAAN SIKAP DARI GERAK P2B

Ketua Bawaslu Kendal, Odelia Amy Wardayani.

KENDAL- Delikjateng.com. Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Kendal memberikan jawaban dan klarifikasi terkait laporan GERAK  P2B  ( Gerakan Rakyat Kendal Peduli Pilkada Bersih) beberapa hari yang lalu tentang dugaan adanya politik uang di Pilkada Kendal 9 Desember 2020 kemarin.

Inilah jawaban Ketua Bawaslu Kendal Odelia Amy Wardayani didampingi oleh 2 Komisioner lainya di hadapan media ini saat ditemui dikantornya, Senin, 21/12/20, Gerak P2B saat itu tidak melaporkan adanya dugaan politik uang, mereka hanya memberikan beberapa point peryataan sikap dan dukungan serta apresiasi yang ditujukan pada Bawaslu dan Kepolisian Resot Kendal serta TNI.

“Bawaslu telah memberikan jawaban secara tertulis kepada penanggung jawab Gerak P2B ( Kyai Nur Khamid ) atas 5 butir pernyataan sikap yang di berikan kepada kami, satu hari setelah surat diterima” terang Odelia.

Odelia menambahkan, kami sudah memerintahkan kepada staff penerima, untuk menyiapkan form laporan secara lengkap, namun setelah diterima, ternyata itu bukan laporan, tapi hanya pernyataan sikap, karena bukan, maka petugas kami hanya menerima surat tersebut setelah perwakilan mereka membacakan pernyataan itu dihadapanya,” imbuhnya.

“Kami tidak bisa menindak lanjuti keinginan kawan-kawan Gerak P2B, sebab data yang diserahkan itu masih bersifat umum. karena di dalam surat itu tidak disertakan bukti formil maupun matriil yang diperlukan seperti, identitas pelapor, nama dan alamat/domisili pelapor, waktu dan tempat kejadian terjadinya pelanggaran serta uraian kejadianya juga bukti.

“Setidaknya kami di berikanlah 2 alat bukti permulaan, agar bisa menindak lanjuti adanya dugaan money Politik seperti yang di minta kawan-kawan Gerak P2B,” tambah Arif, Kordiv Penindakan yang mendampingi ketua wawancara.

Delikjateng.com saat mewawancarai Komisioner Bawaslu Kendal

Terpisah, delikjateng.com mencoba mengkonfirmasi penanggung jawab Gerak P2B kyai Nur Khamid, namun hanya mendapatkan jawaban “maaf saya tidak bisa komentar, coba hubungi pak Imam saja (jubir Gerak P2B),” ucapnya lewat wa.

Setelah dihubungi, Jubirnya Imam S Subagya justru meminta untuk mengkonfirmasi kepada Kyai Nurkhamid lagi,

“Coba hubungi Kyai Nur Khamid,” perintahnya.

Seperti yang telah media ini beritakan, bahwa pada hari Senin, 12/12/20 Masyarakat yang tergabung di dalam Gerak P2B mendatangi kantor Bawaslu untuk menyampaikan surat yang berisi 5 butir permohonan, Diantaranya adalah meminta kepada Bawaslu untuk mengklarifikasi Paslon peserta Pilkada kendal 2020, adanya dugaan Money Politik,

Alih-alih menyertakan bukti yang diperlukan, setelah diterima dan diteliti ternyata itu bukan laporan, tapi pernyataan sikap.

“Jebule itu pernyataan sikap to, tak pikir itu laporan, makanya kita nanti-nanti kok belum ada follow up nya dari Bawaslu, jebule mung pernyataan sikap,” tulis salah satu akun di group fb Kabar Masyarakat Kendal.

( A.Khozin )

Leave a Reply