Kampanye Tatap Muka Paslon UMAT Sudah Sesuai STTP

Blora. delikjateng.com – Peraturan KPU (PKPU) Nomor 13 Tahun 2020 tentang pelaksanaan pilkada dalam kondisi bencana nonalam Covid-19 menyebutkan, pertemuan terbatas serta pertemuan terbuka dan dialog diupayakan melalui media sosial atau daring. Jika tidak bisa dilaksanakan secara daring, pelaksanaannya boleh melalui tatap muka.

Namun, pertemuan tatap muka tersebut harus dilaksanakan dengan mematuhi protokol kesehatan yang tercantum dalam PKPU Nomor 13/2020. Jika KPU sepenuhnya melarang pertemuan terbatas serta pertemuan terbuka dan dialog dilakukan secara fisik, maka akan melanggar undang-undang.

Terkait untuk memberikan klarifikasi atas pemberitaan dan penyiaran dari salah satu stasiun TV (28/9/2020),Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Blora, Jawa Tengah mengatakan kampanye tatap muka yang dilakukan Pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Blora Umi Kulsum – Agus Sugiyanto (UMAT) pada Minggu (27/9) kemarin, di rumah makan Seloparang, Kecamatan Jepon sudah sesuai Surat Tanda Terima Pemberitahuan (STTP) Kampanye dari Polres Blora .

“Awalnya Paslon ikut kegiatan senam, namun setelah mau berorasi, saya minta turun untuk tidak menyampaikan apapun tentang Pilkada. Karena ijinya kampanye tatap muka, bukan diluar ruangan,” ucap Sugie Risyono devisi penindakan dan pelanggaran di Bawaslu kepada media (Senin,29/9/2020)

Kalau hanya ikut senam saja lanjutnya, itu diperbolehkan karena itu kegiatan olahraga warga sekitar yang memang rutin dilakukan setiap Minggunya.

“Setelah saya koordinasi dengan Paslon akhirnya Paslon tidak ikut senam, menunggu senam selelsai baru dilanjutkan kampanye tatap muka,” imbuhnya.

Menurutnya dalam kampanye tatap muka yang dilakukan Paslon UMAT sudah tertib. Memakai masker ,menjaga jarak dan jumlahnya sesuai STTP.

“Kampanye tatap muka yang dilakukan Paslon didalam ruangan tertib, memakai masker dan jaga jarak. Jumlah pesertanya sesuai yang di STTP,” jelasnya.

Sugie menambahkan, kalau dirinya sudah berusaha mengingatkan kepada Paslon untuk tidak berorasi saat senam dan Paslon juga kooperatif untuk menunggu senam selesai.

Nugroho selaku Koordinator lapangan pemenangan pasangan UMAT menuturkan, ketentuan pelaksanaan pertemuan tatap muka sudah mempertimbangkan kondisi di lapangan. Suatu daerah bisa saja sudah terjangkau internet, tetapi tidak optimal.

Dalam Pasal 58 PKPU Nomor 13/2020 menyebutkan, pelaksanaan kampanye yang dilaksanakan secara tatap muka tersebut, harus mematuhi protokol kesehatan dengan menyediakan sarana sanitasi berupa air mengalir, sabun, atau hand sanitizer. Peserta kampanye dibatasi maksimal 50 orang.

Setiap peserta wajib menerapkan jaga jarak dan menegenakan alat pelindung diri paling kurang berupa masker yang menutupi hidung dan mulut hingga dagu. Sementara itu, kampanye akan dimulai 26 September sampai 5 Desember, selama 71 hari.

Menurut Nugroho pasangan calon (paslon) mengutamakan kampanye melalui media daring agar tidak terjadi kerumunan massa di tengah pandemi Covid-19. Metode kampanye pertemuan tatap muka yang masih diperbolehkan, sedapat mungkin hanya dilakukan di daerah tidak memiliki sinyal dan sudah sesuai Surat Tanda Terima Pemberitahuan (STTP) Kampanye dari Polres Blora dan jumlah peserta sesuai .

“Yang ada pertemuan terbatas itu pun hanya dibatasi betul terutama daerah-daerah yang tidak memiliki sinyal elektronik,” ujar Nugroho dalam kegiatan tersebut .

Ia menuturkan, metode kampanye pertemuan tatap muka dilaksanakan dengan memenuhi protokol kesehatan pencegahan dan pengendalian Covid-19 dan setiap kegiatan kampanye sebanyak mungkin akan didorong menggunakan media elektronik (televisi dan radio), media cetak, media sosial, dan media daring.

Sementara itu ketua Bawaslu Lulus Maryonan mengatakan pihaknya akan mengkaji kegiatan Kampanye Paslon UMAT pada Minggu kemarin.

“Kita akan rapatkan dan kita kaji berdasarkan data dilapangan, nanti baru kita simpulkan,” katanya.

(Arief.W)

Leave a Reply