Anggota DPR RI Drs. H. Fadholi, M.I.Kom : Hargai Jasa- jasa Para Leluhur Kita

Anggota DPR RI dari Fraksi Nasdem, Drs Fadholi, M.I.Kom., saat menggelar acara Silaturahmi dan Serap Aspirasi terkait pentingnya melestarikan nilai- nilai luhur jasa pahlawan, di kantor Balai Desa Karang Tengah, Kecamatan Tuntang, Semarang, belum lama ini.(FOTO:Delik/Tim)

Semarang, delikjateng.com- Sejarah mencatat, pada tanggal 1 Oktober 1965 terjadi peristiwa penting dalam perjalanan perjuangan bangsa Indonesia.

Peristiwa penting tersebut perlu terus diingatkan kepada setiap anak bangsa untuk semakin meningkatkan kecintaannya kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) yang berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945.

Kemudian, peristiwa tersebut juga dikenang sebagai Hari Kesaktian Pancasila.

“Merefleksikan makna peristiwa tersebut, akan menjadikan keteguhan kita sebagai bangsa Indonesia yang berdasarkan dan berideologi Pancasila,”kata Anggota DPR RI dari Fraksi Nasdem, Drs Fadholi, M.I.Kom., saat menggelar acara Silaturahmi dan Serap Aspirasi terkait pentingnya melestarikan nilai- nilai luhur jasa pahlawan, di kantor Balai Desa Karang Tengah, Kecamatan Tuntang, Semarang, belum lama ini.

Fadholi mengatakan, bahwa Pancasila sebagai dasar negara dan ideologi bangsa telah benar-benar mampu melewati berbagai rongrongan dan tantangan. Fihaknya meyakini bahwa, nilai-nilai luhur Pancasila, yakni nilai-nilai ketuhanan, kemanusiaan, persatuan, kerakyatan, dan keadilan sosial, telah terbukti mampu merekatkan seluruh komponen bangsa dalam bingkai NKRI.

“Nilai-nilai luhur Pancasila itu secara nyata tumbuh dan berkembang subur dalam praktik kehidupan sehari-hari sebagai pengamalan ajaran agama,”ujar Fadholi.

Karena itu, menurut Fadholi, melalui pengamalan nilai-nilai luhur tersebut, bukan saatnya lagi untuk saling mengedepankan ego pribadi, dengan menyatakan bahwa ajaran agama kitalah yang paling benar dan agama orang lain salah.

“Nilai-nilai ketuhanan menempatkan persepsi kita pada tataran yang lebih tinggi dari pada pemahaman doktrin agama yang sempit. Demikian juga nilai-nilai kemanusiaan, semua agama mengajarkan untuk mengamalkan nilai-nilai kemanusiaan dalam praktik-praktik keagamaan mereka agar menjadi manusia yang beradab,”papar Fadholi.

Nilai-nilai luhur yang telah dipraktikan oleh masyarakat penting terus digali dan dikembangkan sehingga dapat dipergunakan untuk memberikan jawaban atas kompleksitas permasalahan yang dialami.

Nilai-nilai luhur yang bersumber dari budaya dan agama, lanjut Fadholi, akan menjadi nilai universal yang dapat diterima oleh seluruh anggota masyarakat dalam menjalankan kehidupannya.

“Transformasi nilai seperti inilah, yang sesungguhnya dapat menjadi praktik baik dalam menanamkan nilai-nilai luhur Pancasila agar senantiasa menjiwai setiap gerak langkah masyarakat Indonesia,”pungkas Fadholi. (Tim)

Leave a Reply