Praktek Pungli Oknum Guru SMP Negeri Jepara Terungkap

AKBP Yudianto Adi Nugroho
AKBP Yudianto Adi Nugroho

Liputan Tim Biro Pati

JEPARA,delikjateng.com – Pepatah jawa mengatakan, guru wajib digugu lan ditiru (dipercaya dan dihadikan contoh). Tapi oknum guru di sebuah Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Jepara ini sudah tak bisa dijadikan contoh, lantaran ”ketangkap” Tim Satgas Sapu Bersih Pungutan Liar (Saber Pungli) Kepolisian Resor Jepara.

Saat ini, Tim Saber memang masih melakukan penyelidikan atas kasus tetsebut. Tapi sejumlah barang bukti termasuk uang senilai Rp61 juta sudah diamankan.

Kapolres Jepara AKBP Yudianto Adhi Nugroho saat gelar kasus pungli di Mako Polres Jepara, menyatakan dugaan pungli itu muncul dari informasi masyarakat. ” Berbekal informasi adanya pungutan liar yang dilakukan oleh oknum guru di salah satu SMP di Jepara itu, kemudian Tim Saber Pungli Polres Jepara melakukan pengeledahan dan penyelidikan,” kata kapolres.

Hasil penyelidijan, terungkap ada oknum guru yang melakukan pubgli dari sejumlah orang tua murid. Alasannya untuk membeli alat perlengkapan sekolah.

” Total uang yang terkumpul dari orang tua murid mencapai Rp61 juta. Uang itu terkumpul dari sekitar 25 calon wali murid,” tambah kapolres.

Orang tua yang dimintai uang utamanya karena nilai anaknya rendah, dengan dalih untuk membeli alat bantu pendidikan. Diduga besarnya masing-masing pungutan tidak sama, tapi dalam kisaran Rp 2,5 juta per wali murid.

Tindakan tersebut, berdasarkan pendalaman yang dilakukan Tim Saber Pungli ternyata tidak ada dasar hukumnya, termasuk tidak ada keputusan dari wali murid. “Saat ini masih dalam proses penyidikan dan beberapa pihak yang berkepentingan juga akan dipanggil untuk dimintai keterangan,” ujarnya.

Tim Saber Pungli, kini telah menyita uang senilai Rp61 juta yang diduga hasil pungutan liar dari oknum guru salah satu SMP Negeri di Jepara tersebut.

Aparat kepolisian telah memanggil 12 orang untuk dimintai keterangannya, termasuk tiga guru yang menjadi panitia penerimaan siswa baru. Hingga kini, pihak kepolisian belum menetapkan tersangka atas kasus tersebut.

Polisi juga akan memintai keterangan dari sejumlah pihak terkait, termasuk Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Jepara.

“Masyarakat silakan melapor ketika menemukan kasus serupa agar bisa ditindaklanjuti,” ujarnya.

Munculnya kasus dugaan pungutan liar pada penerimaan siswa baru tersebut, mendorong Pemkab Jepara segera memanggil semua kepala SMP negeri maupun Unit Pelaksana Teknis Pendidikan di Jepara untuk dimintai klarifikasinya.

ads

Related posts

Tinggalkan Balasan