Air Sungai Gede Tercemar Limbah

Aliran air Sungai Gede,tercemar limbah
Aliran air Sungai Gede

JEPARA, delikjateng.com – Aliran air Sungai Gede Pecangaan di Kabupaten Jepara positif tercemar limbah. Setidaknya pada 3 kilometer sebelum pabrik tekstil, kemudian sebelum dan sesudah sentra pabrik tahu dan tempe, atau tepatnya di bendung Desa Karangrandu, Kecamatan Pecangaan.

Pencemaran itu sebenarnya telah meresahkan warga Desa Karangrandu. Mereka bahkan sempat menggelar sejumlah aksi keprihatinan atas pencemaran yang terjadi pada Sungai Gede.

Aksi terakhir, yakni saat peringatan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan RI pada 17 Agustus 2017 dengan melaksanakan upacara bendera di jembatan Sungai Gede.

Warga khawatir dengan pencemaran yang terjadi, karena tahun lalu sempat terjadi kasus hewan ternak yang mati setelah dimandikan di sungai yang tercemar tersebut. Akibat kejadian itu warga lebih memilih tidak memandikan hewan ternaknya di sungai tersebut, untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.

Kepala Bidang Analisis dan Pencegahan Dampak Lingkungan Dinas Libgkungan Hidup Jepara, Aris Widjonarko mengatakan, pengujian terhadap sampel air telah dilakukan di laboratorium Cito Semarang. Hasil pengujian sampel air positif tercemar.

” Hasil pengujian di laboratorium swasta di Semarang itu, diketahui ada kandungan fenol atau sejenis pewarna serta deterjen,” katanya.

Sampel air yang diuji, diambil di tiga titik, yakni 3 kilometer sebelum pabrik tekstil, kemudian sebelum sentra pabrik tahu dan tempe, dan setelah sentra pabrik tahu dan tempe atau di bendung Desa Karangrandu, Kecamatan Pecangaan, Jepara. Untuk sampel air dari titik kedua, memang ada peningkatan pencemaran, kemudian di titik ketiga mulai ada pengurangan.

” Kualitas air di aliran Sungai Gede tersebut memang masuk kategori kelas tiga, namun masih bisa dipakai untuk pengairan dan ternak,” ujar Aris Wijanarko.

Pencemaran yang terjadi di saluran air sungai tersebut diduga tidak hanya dari limbah industri besar. Tetapi ada pula limbah dari industri rumah tangga serta limbah rumah tangga.

Penyelesaian kasus pencemaran tersebut harus diselesaikan secara komprehensif dengan melibatkan berbagai pihak, seperti industri besar, industri rumah tangga dan warga masyarakat yang berkontribusi terhadap pencemaran.

Karena air tidak mengalir lancar, sehingga masyarakat beranggapan pencemaran sungai di Sungai Gede, terutama yang berada di Desa Karangrangu dinilai sudah memprihatinkan.

” Perlu ada penanganan, mulai dari pengambilan sampah serta pengerukan sungai karena sedimentasinya yang semakin mengkhawatirkan,” tambahnya.

ads

Related posts

Tinggalkan Balasan