Warga Menilai Laporan Pembangunan Dana DD Desa Gubuksari Asal-asalan

Pembangunan jembatan dan drainase yang dipertanyakan warga (foto:novi/dj)
Pembangunan jembatan dan drainase yang dipertanyakan warga (foto:novi/dj)

KENDAL,delikjateng.com – Pembangunan 2 jembatan dan drainase di Dukuh Pagubukan Selatan Rt/Rw 01/03,Desa Gubuksari Kecamatan Pegandon Kabupaten Kendal dinilai warga asal-asalan.

Kata warga, laporan itu tidak sesuaidengan harapan mereka. Seperti keterangan salah satu warga,Ahmad subakir, dia merasa pelaporan pembangunan itu asal asalan. Pasalnya setelah pekerjaan itu selesai, dari Desa selaku pelaksana pekerjaan itu menyampaikan dalam kumpulan Rt per 35 hari setiap malam kamis Wage, bahwa dana angaran Rp 28.399.000 di pergunakan untuk pembangunan 2 jembatan dan drainase habis.

Tak hanya itu, Ahmad subaker juga mengatakan dirinya pernah mengirim surat ke Kecamatan pegandon, meminta agar mengecek laporan yang kurang, untuk di benahi dan menyampaikannya secara jelas ke warga. ” Agar warga tidak menduga dan berfikir jelek terhadap desa,” ungkapnya.

Dengan adanya permasalahan itu Camat Pegandon, Sumartoyo mengatakan, pihaknya belum pernah menerima surat dari warga Desa Gubuksari. Kalau memang benar ada permasalan seperti itu, pasti akan ditangani.

” Kami akan panggil dari desa juga pelaksana pembangunan, untuk di mintai keterangan terkait pelaporan pembangunan itu,” katanya.

Sementara Kepala Desa Gubugsari, Muslikul amri mengatakan, itu bukan masalah yang serius ” Hanya kesalah pahaman saja, karna proyek saja baru selesai masak laporan mau langsung diminta,” ujarnya.

Dia masih akan kumpulkan kuitansi, selesaikan pembayaran matrial juga tukang. Belum lagi nunggu pengecekan apakah sudah benar apa belum. Kalau sudah semua, baru bisa membuat laporan yang jelas.

” Dan pasti kita akan sampaikan ke warga,” kata kades saat di konfirmasi jurnalis Delikjateng.com.

Dari ke 3 pekerjaan itu, 2 jembatan dan drainase dengan anggaran Rp 28.399.000 yang terealisasi 18.935.000 pajak 1.628.046 agar masyakat luas tau. Bahwa dari desa sudah bekerja semaksimal mungkin untuk meminit angaran dengan hasil dan kualitas sama dengan yang lain.

“Kepada warga untuk jangan tergesa gesa dalam mengambil keputusan. Jangan sampai termakan provokasi, jika ada masalah langsung saja konfirmasi ke desa,” pintanya (Novi)

Leave a Reply