Warga Kecewa, Kasus Cabul Oknum Guru Ngaji Berakhir Damai.

ilustrasi pencabulan
ilustrasi pencabulan

Liputan Rae Kusnanto

PEMALANG,delikjateng.com-Kasus tindak pencabulan yang terjadi di sebuah desa Kecamatan Warungpring, Kabupaten Pemalang, akhirnya berakhir damai. Keputusan itu mengecewakan warga setempat, karena peristiwa itu sudah menimbulkan kecaman terhadap Ustad itu, dan diharapkan agar diproses secara hukum yang berlaku.

Sebagaimana diketahui, tindak pencabulan disertai pengancaman itu, bisa di kenakan pasal berlapis, yang semula sudah di laporkan dan dilakukan oleh seorang guru ngaji di Pemalang. Namun keluarga korban, memilih jalan damai untuk menyelesaikan masalah tetsebut.

Menurut sejumlah warga di lingkungan korban, menjadi bingung, mereka kaget, yang semula bersikeras ingin kasus tersebut bisa menjarakan ustad itu, kini berbalik drastis” lebih memilih damai. Akhirnya warga menyesali atas keputusan tersebut. Sedangkan anak yang jadi korban oknum guru ngaji itu, harus menanggung beban moral seumur hidupnya.

Kata tetangga, yang kebetulan dari media, (Lihin 41) mempertanyakan, kenapa lebih memilih keinginan pelaku untuk di ajak damai. Hal ini banyak masyarakat setempat kecewa atas putusan yang di lakukan keluarga korban.

” Mestinya lanjutkan upaya hukumnya, agar guru ngaji itu di penjarakan, “Sebab keinginan warga dan Jurnalis yang turut mendiasi di balai desa warungpring kemarin senin 8/5, banyak pedapat yang menyatakan agar ustad itu yang sudah jadi panutan dan tokoh agama di desanya, agar di bui saja. Sebab telah merusak masa depan korban serta keluarga nya, juga mengotori merusak nama baik Pondok Pesantren yang selama ini di rawat di jaga di bina,” katanya.

Sementara itu pendapat tokoh masyarakat, tokoh agama serta tokoh pemuda, senen saat di kantor balai desa. Juga menyampaikan rasa kecewanya atas kehilafan (Ust. M), namum juga mohon di berikan pintu maaf buat dia. Himbauan kepada warga dan para wartawan yang turut meliput serta membantu dari awal. Menurut awak media yang mengikuti, dalam hal ini menyampaikan, mestinya hukuman terhadap terdakwa bisa lebih berat, yaitu 15-20 tahun berdasarkan UU Perlindungan anak. ” ujar salah satu wartawan

Terlebih pelaku telah mencabuli korban di bawah umur sebanyak 10 kali lebih, dan di sertai pengancaman. Itupun korban tidak hanya dibujuk rayu, tetapi juga dianiaya oleh pelaku.

“Kalau melihat fakta tersebut, sebenarnya sudah kelihatan, pelaku ini sangat jahat dan cabul sejak dalam pikiran sehingga, menurut kami, lebih pantas kalau dihukum 20 tahun,” tambahnya.

Meski begitu, Abas Cs, dari tim kuasa hukum (Ust M) mengaku pihaknya tetap hormat terhadap putusan kedua pihak. Namun dirinya meminta agar kasus ini bisa menjadi pelajaran. “Semoga putusan ini menjadi pembelajaran bagi si pelaku dan siapa pun agar tidak ada lagi kekerasan seksual terhadap anak,” ujar Abas Cs.

Sementara itu, warga simpatisan dan tim pemerhati hukum dari media serta perlindungan anak, yang fokus terhada korban, mengatakan, dalam acara musyawaroh mendiasi kasus kali ini, kedua orang tua korban tidak berani datang, melainkan melalui perwakilan keluarga. Lantaran selama kasus ini terjadi, kerap datang intimidasi dari pihak pihak lain.

 

ads

Related posts

Tinggalkan Balasan