TIDAK PEDULI DENGAN PERASAAN RAKYAT, GAJI 13 APARAT DESA DI BAYARKAN

Kantor Bupati kendal

Kendal. delikjateng.com. Ditengah keprihatinan dan kesengsaraan rakyat adanya wabah pandemi Corona, dengan tidak berperasaan dan malu kepada masyarakat yang tercekik dalam usahanya memenuhi kebutuhan sehari-hari, gaji ke 13 aparat desa di Kendal tetap dibayarkan.

Sebelumnya
beredar kabar bahwa tahun ini gaji ke-13 Aparat desa tidak jadi dibayarkan, Namun setelah Forsekdesi ( Forum Sekertaris Desa Indonesia ) Kabupaten Kendal mengadakan Audenci dengan Bupati, Senin, 18/05/20 keputusan menjadi berubah.

Pertemuan yang diadakan dipringgitan itu menelurkan sebuah kesepakatan, bahwa Bupati Kendal, dr mirna Anissa MSi menyetujui di bayarkanya gaji perangkat desa ke 13.

Artinya bahwa dari dana add akan berkurang lagi sebesar 20 s/d 30 juta perdesa, guna memenuhi gaji ke 13 Aparat Desanya.

Pertemuan yang dihadiri kepala Dispermasdes Wahyu Hidayat, perwakilan sekertaris Desa di antaranya, Budi Ristanto Ketua Forsekdesi, Afidatun Ni’mah sekretaris Desa Sumbersari Ngampel, dan Andi Gunawan sekretaris Desa Rejosari Brangsong.

Gunadi, kasi Perencanaan di kecamatan Boja menyatakan tunjangan BPD tahun ini dinaikkan, ketua jadi Rp. 500 ribu/bulan, sekretris Rp. 400 ribu/bulan, anggota Rp. 300 ribu/bulan. Tapi, anggaran operasional untuk BPD ditiadakan karena ADD dikurangi.

“Gaji ke-13 diambilkan dari operasional Pemdes dan dipotongkan dari alokasi dana untuk LKD”, terangnya.

Sementara itu Wahyu Hidayat Kepala Dinas Dispermasdes (Dinas Pemerintahan Masyarakat Desa) Kendal, saat dikonfirmasi melalui Handpon terkait cairnya gaji ke 13 untuk Kades dan perangkat desa tidak memberikan jawaban.

Ditempat lain Budi Ristanto Ketua Forsekdesi Kendal mengatakan anggaran untuk gaji 13 memang sudah di anggarkan dari ADD dan sudah ada di rekening desa masing- masing, tinggal mencairkanya.

“Perbup 80 belum dibatalkan, jadi kami hanya butuh penegasan rekomendasi pencairan dari Bupati,” ujarnya.

(HAK)

Leave a Reply