Sorotan Pekan Ini: Forkom Gelar Bedah Kasus di Kendal

 

suasana diskusi kasus korupsi forkom
suasana diskusi kasus korupsi forkom

KENDAL,delikjateng.com – Beberapa aktivis Kendal yang tergabung dalam Forum Komunikasi (Forkom) LSM Kendal, menggelar bedah kasus dugaan korupsi dan mengungkap permasalahan kinerja pemerintahan Kendal, Jumat (7/7). Sejumlah kasus belakangan ini menjadi sorotan berbagai pihak.

Menurut Ketua Forkom LSM Kendal, Maksum sangat menyesalkan kondisi Kendal yang dinilainya semakin amburadul. “Banyak persoalan yang harus terus dikritisi, karena Kendal semakin amburadul,” tuturnya.

Maksum menegaskan tidak perlu menerima ajakan kesepakatan ( MOU) dengan pemerintah Kendal. Ajakan kesepakatan tersebut hanyalah basa-basi, sehingga perlu kontrol atas kasus-kasus korupsi Kendal.

Sementara itu Ketua LSM Masyarakat Peduli Lingkungan ( MAPILA) Kendal, Yulius Sinaga mengatakan, kinerja pemerintahan sekarang sangat tidak buruk, banyak pemberian inventaris sangat membedakan-bedakan.

Contohnya, pemberian inventaris, dari DPRD komisi A, yg punya jabatan ada yang tidak dapat inventaris, justru yang tidak punya jabatan malah mendapatkan asal dekat dengan Bupati.

Yulius juga menyoroti terkait Proyek yang tidak jalan. “Perlu kita pertanyakan proyek yang banyak tidak terealisasi uangnya di kemanakan nantinya” katanya .

Ketua LSM Progres Kendal, Bambang mengungkapkan hasil pengamatannya di lapangan bahwa masyarakat Kendal telah resah dengan pemerintahan Kendal saat ini. “Permasalahan ini telah meresahkan Masyarakat yang harus segera ditindaklanjuti, namun saat ini kita butuh seorang pemimpin sebagai penggerak,” jelasnya.

Bambang meminta agar pertemuan untuk mengkritisi pemerintahan Kendal secara rutin setiap seminggu sekali. “Mari kita inventarisir kasus-kasus Kendal, kemudian kita bergerak dengan isu yang lebih sentral agar ada kepercayaan dari masyarakat. Kita harus menegaskan sebagai oposisi murni, jangan setengah hati agar tuntas,” tegasnya.

Sedangkan para aktivis lainnya mengamininya, dengan meminta agar semua hasil diskusi ini dibukukan guna pergerakan masyarakat, juga meminta pengurus RT serta RW se Kendal dilibatkan. “Mereka jumlahnya banyak untuk dilibatkan dalam kegiatan Masyarakat kendal bergerak mas,” tutur seorang aktivis .

Sebelumnya Bupati Kendal mengajak Forkom LSM Kendal untuk membuat kesepakatan (MOU) guna mendampingi pemerintahan Kabupaten Kendal. Namun diketahui ajakan tersebut bertepuk sebelah tangan, justru pihak Forkom LSM Kendal memutuskan menolak ajakan kesepakatan tersebut.

LSM akan menjadi oposisi murni untuk mengontrol pemerintahan kendal. Rencananya diskusi bedah kasus korupsi kendal ini akan dilaksanakan secara rutin setiap hari jumat, dengan membahas berbagai kasus serta mempresentasikan temuan di lapangan guna kemajuan kendal.

 

ads

Related posts

Tinggalkan Balasan