PT PL Diduga Gunakan Solar Bersubsidi Untuk Operasional

PEMALANG . PT Prima Logam (PL) di Kampung Sodong, Desa Sikasur, Kecamatan Belik, Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah, diduga menyalahgunakan Solar Berdubsidi untuk krgiatan usaha. PT yang bergerak dalam bidang penambangan galian C itu hampir setiap malam mangambil solar di SPBU dalam jumlah cukup besar.

Menurut keterangan, semula PT itu bergerak di bidang galian   pengguna alat besar-(Blego).
Namun sekarang berkembang menjadi multi dable, reproduksi batu seplit sekala besar.

Dalam beroprasi, diketahui kerap melakukan transaksi solar subsidi SPBU. Itu dilakukan nyaris setiap hari, mencapai 1500 litre. Sedangkan tangki penampung solar industri miliknya, yang berada di area lokasi kegiatan di kosongkan. Diduga tangki itu di pasang hanya untuk simbul guna mengelabuhi petugas dan lainnya.

Sementara puluhan Jerigen berada di dekat tangki itu, berisi solar subsidi yang di peroleh dari SPBU  44 523 02 Randudongkal.

Sebagaimana dijelaskan LPK-SM dan ormas- BMPH Abdl Hakim, di Pemalang, mengungkap praktek penyalahgunaan solar bersubsidi tersebut. Dengan menggunakan mobil bak terbuka, PT PL mengambil solar bersubsidi ke puluhan jerigen.

” Perusahaan semacam ini, tidak layak untuk beroprasi kembali, patut di hentikaan darurat, dan segera di lakukan penertiban. Karena jelas jelas kementrian ESDM dan pertamina, sudah dengan tegas melarang armada untuk sektor industri
menggunakan solar subsidi,” kata sumber di LPK SM.

Hal ini diharapkan menjadi perhatian pihak dinas terkait, seperti dinas Pertambangan dan Lingkungan Hifup (LH), serta Disperindag di kabupaten pemalang. Agar bisa menindak lanjuti lebih tegas, atas pelaku usaha yang melalaikan serta melanggar ketentuan yang dituangkan dalam rangkuman surat perijinan.

Pengambilan solar bersubsidi itu diduga telah dilakukan perusahaan itu cukup lama. Pengambilan dengan cara memarkir mobil coak Nopol B 9283 KUA berwarna hitam dengan pintu bak orange milik PT PL  di area SPBU. Mobil itu berisi 50 jrigen tertutup  terpal warna gelap, lalu di tinggal pergi di pelataran parkir samping timur.

” Mobil itu ditinggal pergi, baru diambil lagi menjelang pagi pukul 05:30, setelah 50 jrigen terisi penuh,” katanya.

Salah satu petugas cor di mesin pompa paling ujung, kepada anggota LPK SM dan Ormas BMPH Abdi Hakim mengaku mobil itu dari PT prima logam. Mereka membeli solar tiap hari, perharinya 50 Jerigen yang berisi 30 liter, yang berarti  sama dengan 1500 liter perharinya.

ads

Related posts

Tinggalkan Balasan