PT. Baliem Silimo Segera Serahkan Gedung SMPN 02 Pegandon

Gedung SMPN 02 Pegandon

KENDAL, delikjaten.com – Relokasi gedung SMPN 2 Pegandon Kabupaten Kendal Jawa Tengah, yang terlewati oleh pembangunan jalan tol Trans Jawa, pengerjaannya sudah mencapai 95 %.tinggal finishing touch saja.

Datang bersama awak media lain, delikjateng, Rabu ( 13/3), berkunjung ke lokasi, dan ditemui oleh Andreas salah seorang pengawas lapangan.

Saat diminta konfirmasinya, Andreas mengatakan bahwa gedung baru penggganti SMPN 2 Pegandon tersebut dibangun di atas lahan seluas 8.000 m2 terdiri dari 18 ruang kelas, 3 los kantin, 1 bangunan mushola, 19 kamar kecil, 2 ruang laboratorium, 1 ruang olah raga, 1 ruang guru, 1 ruang kepala sekolah dan 1 ruang tamu.

Andreas melanjutkan, bahwasanya konstruksi bangunan dengan sistim konstruksi baja ringan dan material dinding bangunan menggunakan hebel atau bata ringan. Sementara itu, untuk kusen pintu, jendala, daun pintu dan daun jendela menggunakan kayu jati.

Ditanya tentang sejauh mana progres pembangunannya, Andreas menjawab bahwa untuk bangunan gedung sudah sepenuhnya selesai.

” Kita tinggal melakukan finishing saja yaitu berupa pemasangan paving dan merapikan serta membersihkan lingkungan sekolah dari sisa-sisa bahan bangunan yang tidak terpakai. Pada akhir bulan Maret 2019 semuanya sudah rampung “, papar Andreas.

Setelah mendengar pemaparan dari pengawas lapangan, Kami mencoba untuk melihat langsung ke seluruh bangunan tersebut, memang hampir sempurna, kondisi bangunanya bagus dan mulus, hanya ada beberapa kekurangan dimana tidak adanya saluran air di sekeliling bangunan sehingga dikhawatirkan jika turun hujan seluruh lingkungan sekolah akan tergenang air.

Terkait dengan tidak adanya saluran tersebut, Bos PT. Baliem Silimo, Geminiarto Raharjo selaku kontraktornya, saat dihubungi lewat whatsupp mengatakan bahwa pembangunan gedung SMPN 2 Pegandon, telah sesuai dengan perencanaan dari Badan Usaha Jalan Tol ( BUJT) dalam hal ini PT. Jasa Marga Semarang Batang (JSB).

” Jadi jika ada kekurangan seperti tidak adanya saluran air di sekeliling bangunan dan lain-lainnya, hal itu bukan kesalahan kami dan bukan tanggung jawab kami untuk membuatnya “, tegas Gemi, pria yang akrab dengan awak media ini.

“Setelah bangunan ini selesai, segera akan kami serahkan kepada BUJT biar segera bisa di manfaatkan” pungkasnya.

Terpisah, manager Tehnis PT, Baliem Silimo, Arief Guteres saat di konfirmasi delik jateng.com terkait tidak adanya saluran tersebut menerangkan.

“Kami membangun sesuai dengan perencanaan, bila dalam perencanaan ada saluran airnya, pasti itu kami bangun”. Terang pria yang dikenal sebagai aktifis senior kendal ini.

A. Khozin.

ads

Related posts

Tinggalkan Balasan