Pengusiran Mbil PDIP Bisa Berdampak Pada Dibatalkanya Rekomendasi

Suasana perscont PDIP Kendal

Kendal, delikjateng.com. Akibat ulah Oknum Satpol PP Pemda Kendal yang mengusir mobil berbranding logo PDIP, tentu akan berdampak pada di evaluasinya lagi rekomendasi oleh DPP kepada Bakal calon “ITU”, bisa saja DPP menggunakan peristiwa itu sebagai tolok ukur integritas bagi si bakal calon.

Peristiwa yang terjadi dilingkungan Setda Kendal tersebut memicu reaksi yang sangat cepat terhadap para kader kepala kerbau moncong putih itu.

Bertempat di Kantor Sekretariat DPC PDIP Kendal jalan Soekarno- Hatta, Sabtu, 18/01/20 para Pengurus DPC maupun PAC menggelar rapat untuk mensikapi peristiwa pengusiran yang dilakukan oleh oknum Satpol PP Pemda Kendal, Jumat, (17/01/20).

Rapat kemudian menghasilkan beberapa point keputusan yang di bacakan oleh Ketua DPC PDIP, H. Suyuti SH.MH. dan di dampingi oleh Sekjen dan bakal calon Bupati Kendal H. Prapto Utono, S.Sos.SH.

Diantara keputusan yang dihasilkan dalam rapat tersebut pihak DPC PDIP menerima permintaan maaf yang disampaikan secara tertulis oleh Kesbangpol dan Satpolkar, Namun demikian pihak DPC PDIP akan tetap mengusut latar belakang lahirnya surat edaran dari Sekda Kendal tertanggal 14 januari 2020 dengan No. 270/0045/2020, Perihal : Pelaksanaan netralitas ASN dan penggunaan fasilitas Pemda dalam penyelenggaraan pemilihan Bupati dan Wakil Bupati tahun 2020.

Bahkan DPC PDIP melalui Fraksi akan berkirim surat kepada jajaran Pimpinan untuk memanggil OPD yang bermitra dengan Fraksi PDIP guna menanyakan beberapa hal misal tentang perijinan baliho, branding dan lain sebagainya.

“Kebetulan anggota kami ada di Komisi A”, terang H. Suyuti.

Awak media delikjateng.com mencoba menggali lebih dalam lagi kemungkinan peristiwa itu akan jadi bahan evaluasi DPP dalam menentukan rekom, H Suyuti secara implisit menjawab, bahwa Sebetulnya DPP Sudah mengetahui apa yang terjadi di Kendal, Bahkan DPP juga sudah mengetahui apa yang dikendaki oleh kader PDIP di Kendal,

Aktivis kendal, Yulius Sinaga.

Terpisah, aktifis Kendal yang sekaligus sebagai Kader PDIP sejak era 80-an Zulius Sinaga ketika dikonfirmasi awak media ini terkait peristiwa itu sangat menyayangkan terjadinya peristiwa itu.

“Gedung Pemda itu milik rakyat, bukan milik Bupati, dibangun dengan uang rakyat, ketika rakyat ingin masuk menunaikan kwajiban konstitusinya dengan membayar pajak malah di hadang, dengan dalih, Mobil berbranding partai”, sesal bang zul.

(A. Khozin)

Leave a Reply