Pembangunan Gedung di RSUD Layak Diusut

Gedung Rawap inap di RSUD Kendal

Liputan Tim Biro Kendal

KENDAL, delikjateng.com – Gerakan Nasional Pemberantasan Korupsi (GN-PK) Jawa Tengah, menyoroti pengusutan bangunan mangkrak yang ada di Rumah Sakit Umum Daerah ( RSUD) dr Soewondo Kendal. Bangunan yang menguras uang rakyat mencapai Rp 13,9 Milyar Anggaran Tahun 2016 itu disinalir sarat dengan dugaan tindak korupsi.

Ketua GNPK Jawa Tengah, H.Mastur Darori menyesalkan banyak gedung di Kabupaten Kendal yang menggunakan uang rakyat, kondisinya banyak yang mangkrak. “Harus kita usut tuntas, disamping bangunan di Rumah sakit juga rumah dinas Bupati Kendal yang mangkrak,” tuturnya.

Dia menyatakan prihatin atas kondisi pembangunan di Kendal, yang aromanya disinyalir masih sarat dengan tindak pidana korupsi. Diduga masih ada budaya pengkondisian dalam penentuan pemenang proyek yang dikuasai kelompok tertentu, sehingga banyak bangunan yang mangkrak.

Sementara itu Wakil Direktur RSUD Kendal, Rozi membantah jika gedung rawat inap yang saat ini belum selesai pengerjaanya mangkrak. “Itu tidak mangkrak, tapi memang proses pembangunannya secara bertahap dan akan dilanjutkan pada tahun 2017 ini mas,” jelasnya.

Namun Rozi mengakui tidak tahu menahu proses pembangunan awal gedung tersebut, karena dirinya pejabat baru di RSUD Kendal ini. Dia tidak tahu proses awal pembangunan gedung tersebut, karena baru menjabat disini, pindahan dari Kesra.

Selama ini diketahui sejak awal proses pembangunan gedung rawat inap RSUD Kendal pada tahun 2016 sempat gagal lelang, karena semula rencana anggarannya mencapai Rp 19 Milyar. Namun setelah dilakukan lelang lanjutan kemudian turun drastis dengan pagu anggarannya hanya senilai Rp 13,9 Milyar yang dimenangkan salah satu kontraktor luar daerah.

Namun karena proses pembangunannnya yang terkesan asal adanya berupa bangunan kerangka betonisasi yang menjulang hingga lantai 4 (empat), yang justru belum bisa difungsikan yang dinilai banyak pihak berupa proyek Mangkrak. Beberapa LSM sempat menanyakan proyek yang diduga mangkrak tersebut yang menelan milyaran rupiah uang rakyat.

ads

Related posts

Tinggalkan Balasan