Pedagang Tolak Rencana Bupati Pindahkan PKL Alun-alun Kendal

PKL alun-alun Kendal

KENDAL,delikjateng.com. Sebuah kota yang memiliki alun-alun yang bersih dan indah adalah dambaan setiap pemerintah daerah, milyaran rupiah anggaran dikucurkan untuk mempercantik dan memperindah alun-alun, karena dengan bersih dan indahnya alun-alun bisa menjadi tolok ukur pertumbuhan ekonomi sebuah Daerah.

Alun-alun adalah tempat berkumpulnya masyarakat untuk berinteraksi. Melepas lelah, nongkrong dan bermain anak-anak.oleh karena itu, diperlukan penataan yg baik, misal soal parkir, soal keamanan pejalan kaki, soal penerangan dan persoalan-persoalan lainya,

Begitu juga halnya dengan Alun-Alun Kendal. Saat ini terlihat jauh dari kata bersih, karena banyaknya pedagang kaki lima saat malam hari, membuat tempat tersebut terlihat kumuh, kotor dan sangat mengganggu pejalan kaki akibat trotoar habis untuk lapak kaki lima.

Melihat kondisi tersebut, Bupati Kendal dr. Mirna Anissa MSi, melakukan sidak ke alun-alun. Dia terlihat sangat kecewa, karena banyak sampah, dan bekas-bekas minyak goreng yang masih terlihat membekas hitam di trotoar

Atas hal itu Bupati bermaksud untuk memindahkan kaki lima ke halaman GOR Bahu rekso kendal. Keinginannya untuk memindahkan para pedagang kaki lima ini seperti gayung tidak bersambut. Kebijakan ini kurang mendapat dukungan dari berbagai Elemen Masyarakat, serta para pedagang yang tergabung dalam Asosiasi pedagang kaki lima Indonesia (APKLI) bahkan para anggota Dewan menanggapi rencana ini dengan dingin.

Hal itu sangat disayangkan oleh Penasehat PWOI Kendal, R. Unggul MM. ” Kami akan dukung segala kebijakan Bupati yang pro rakyat,” katanya kepada jurnalis delijkateng.com yang menemuinya kemarin.

“Demi Kendal yang lebih baik lagi, Kami harapkan Dewan juga harus mendukung dan mensosialisasikan kebijakan Bupati yang baik itu, Dewan jangan ada rasa suka dan tidak suka, ini demi penataan kota Kendal,” tanbahnya.

Terpisah, Yatno (43) salah satu pedagang, ketika di hubungi, menjelaskan panjang lebar tentang penolakanya atas kebijakan Bupati ini, Rencana di awal tahun ini, pkl sdh tidak boleh berjualan, tetapi kemudian di batalkan lagi, mereka tidak setuju karna menyangkut nasib 200 PKL yang akan di pindahkan.

” PKL itu jangan di binasakan, tapi harus di bina bu, soalnya ini menyangkut soal perut, soal masa depan anak-anak kami, ” katanya di depan Bupati saat menghadap.

Ketua Komisi B, yang membidangi hal tersebut, M.Tohir SH, Saat dikonfirmasi, mengatakan, bahwa pemindahan PKL itu kewenangan eksekutif, Dewan mau setuju atau tidak setuju tidak masalah, memang begitu tupoksinya.

“Dewan baru akan besikap setelah melihat anggaran yang diajukan, kalau anggaran kita pangkas, maka program tersebut, secara otomatis tidak berjalan” ucapnya.

(A.Khozin)

ads

Related posts

Tinggalkan Balasan