PDAM Merespon Cepat SK Bupati Keringanan Pembayaran PDAM

PDAM Kendal

Kendal. DJ. Paska digulirkannya Surat Keputusan Bupati Kendal tentang Pemberian Keringanan Pembayaran Tarif PDAM Kendal bagi Para Pelanggan terdampak Covid 19 Corona di Kendal. Dan hal ini direspon Cepat pihak PDAM Kendal sebagaimana diungkapkan Direktur Umum ( Dirum) Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kendal, Didik Yudha ” Kami respon baik SK Bupati tersebut untuk dapat segera dilaksanakan dilapangan, totalnya ada 1470 Pelanggan yang akan mendapat keringanan,” ujarnya. (Jum’at,17/ 4).

Dan Didik juga telah merinci klasifikasi Para Pelanggan terdampak Covid 19 yang bakal mendapat keringanan pembayaran Tarif PDAM Kendal,” Untuk Golongan A1 pembayarannya Gratis sebanyak 70 pelanggan, Sosial Khusus hanya membayar 50 persen sebanyak 1372 Pelanggan dan 28 Kran Sosial Umum juga pembayarannya digratiskan. Semuanya akan dilaksanakan mulai bulan Mei sampai dengan Juni 2020 sesuai SK Bupati Kendal Mas,” imbuhnya.

Dirum PDAM Kendal, Didik Yudha

Namun diakui Didik, dimusim Wabah Covid19 Corona ini, pihaknya merasa kesulitan dalam melaksanakan kegiatannya. Termasuk dalam pembacaan Meter para pelanggan PDAM Kendal,” Sejak Covid19 ini Khan hampir semua jalan masuk ke perkampungan ditutup, tentunya itu agak menyulitkan 34 Personilnya yang biasa membaca meter. Tapi nanti Kita tunggu dulu hasil evaluasi bulan ini Mas,’ pungkasnya.

Sebagaimana diketahui sebelumnya Bupati Kendal , dr Mirna Anisa telah menggulirkan kebijakan pro Rakyat berupa Keringanan Pembayaran Biaya PDAM bagi Masyarakat Kendal melalui Surat Keputusan Bupati Kendal nomor 539/233/2020 tentang pemberian pengurangan dan atau pembebasan tarif air minum pada Perusahaan Air Minum Tirto Panguripan Kabupaten Kendal untuk golongan non niaga, rumah tangga 1 dan golongan sosial.

Menurut Mirna, rincian dari pemberian pengurangan dan atau pembebasan tarif air minum yakni golongan non niaga rumah tangga I diberikan tarif air minum sebesar 100 persen dari kewajiban bayar atas penggunaan air setiap bulannya, sebesar bulanan tertinggi dari pemakaian tiga bulan terakhir.

Golongan sosial khusus diberikan pengurangan tarif air minum sebesar 50 persen dari kewajiban atas penggunaan air.

Golongan sosial umum diberikan pembebasan tarif air minum sebesar 100 persen dari kewajiban bayar atas penggunaan air setiap bulannya. ,”Pengurangan dan atau pembebasan tarif air minum diberlakukan untuk rekening bulan Mei 2020 sampai dengan bulan Juni 2020,” ungkapnya dalam Konprensi Pers di Kantornya. ( Rabu,15/4) lalu.

Mirna juga berharap, semoga pandemi Covid-19 di kabupaten Kendal ini cepat selesai,” Kunci utamanya adalah disiplin, mematuhi, menerapkan himbauan, anjuran, kebijakan dan maklumat pemerintah dan pemerintah daerah, dalam upaya penanganan penyebaran Covid-19,” imbuhnya.

Selanjutnya Mirna Annisa juga selaku Ketua Gugus tugas percepatan penanganan Covid-19 Kendal memaparkan untuk menanggulangi pandemi Covid-19, pihaknya telah menganggarkan dana dari hasil refocussing kegiatan dan realokasi anggaran.

Anggaran hasil refocussing kegiatan pada masing- masing OPD dengan total Rp 11,214 Miliar. Anggaran hasil relokasi anggaran untuk menambah biaya tak terduga (BTT) dengan total Rp 26,719 Miliar, sehingga total APBD untuk penanganan Covid-19 di Kabupaten Kendal sebesar Rp 37,933 Miliar.

Disamping itu juga, hasil pergeseran dari pemanfaatan Dana Desa(DD) pada tanggal 14 April 2020 sudah mencapai Rp 11,557 Miliar.
“Untuk warga Kendal yang merantau di Jabodetabek yang tidak mudik, kita cadangkan anggaran Rp 500 juta. Anggaran ini hasil dari pencermatan Bakeuda terhadap kegiatan yang ada di Dinas Sosial Kabupaten Kendal.

Adapun prioritas kegiatan yang dilaksanakan adalah, penanganan kesehatan, penanganan dampak ekonomi dan penanganan dampak sosial. ,”Untuk menangani tiga kegiatan tersebut diatas, jumlah total anggarannya sebesar Rp 37.933 Miliar atau jika dibulatkan menjadi Rp 38 Miliar,” pungkas Mirna.

( TIM)

Leave a Reply