OKNUM APARAT DESA KEDUNGSUREN DIDUGA KORUPSI UANG PEMASANGAN SALURAN AIR PAMSIMAS

Pamsimas

Kendal, delikjateng.com. Program PAMSIMAS (Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat),
merupakan program pemerintah pusat yang membantu penyediaan air minum dan sanitasi dengan konsep berbasis kebutuhan masyarakat bagi kabupaten dan kota di seluruh Indonesia yang memiliki kesulitan didalam pemenuhan akses air dan sanitasi.
terutama di wilayah perdesaan dan pinggiran kota.

Salah satu penerima bantuan dari pemerintah pusat tersebut adalah desa Kedungsuren, Kecamatan Kaliwungu selatan Jawa tengah.

Menindak lanjuti bantuan tersebut, kemudian pemdes membentuk kepengurusan Pokmas ( Kelompok Masyarakat ), dengan harapan, program pemerintah dari tiga kementrian tersebut bisa berjalan, hingga kemanfaatnya bisa dirasakan oleh masyarakat setempat.

Namun ada saja ulah oknum yang memanfaatkan keberadaan Pamsimas ini untuk mengeruk keuntungan pribadi.
Seperti yang di lakukan oleh Oknum peŕangkat desa Z dan Oknum Anggota BPD A desa setempat dengan menilap sisa hasil pemasangan instalasi saluran ke rumah warga setempat.

Dalam musyawarah desa, disepakati bersama, bahwa beaya pemasangan instalasi saluran ke setiap rumah pemohon, untuk tahap I sebesar 900 ribu rupiah, dengan rincian, 50 % untuk digunakan pembelian matrial dan upah pekerja, sedang yang 50 % dimasukan ke dalam kas pokmas, Namun pelaksanaanya, oknum pokmas yang juga perangkat desa tersebut tidak memasukan sisa keuntungan beaya dari 125 pemasangan saluran air ke rumah warganya.

Hal yang sama juga dilakukan oleh oknum anggota pokmas lainya A, dalam tahap ke 1 dan 2, Oknum Pokmas yang juga anggota BPD ini memasang instalasi saluran air ke para warga sejumlah 60 rumah dengan beaya 1.000.000 rupiah, sisa beaya yang harusnya masuk ke kas, juga tidak diserahkan.

Balaidesa Kedungsuren

Terkait dengan hal tersebut, delikjateng.com mengkonfirmasi kepada Kepala Desa Tukrim Verry, dalam pernyataanya, Tukrim membenarkan hal itu.

“Setelah saya bentuk pokmas Pamsimas, segera dilakukan pemasangan saluran ke warga pemohon, hasil musyawarah ditentukan besaran beaya dipatok 900 ribu, tahab II, 1 juta dan tahap ke III sebesar 1.2 jt,” terang Tukrim.

“Untuk sisa beaya 50% dari hasil pemasangan saluran tahap 1 dan 2, saya belum melihat laporanya,” imbuh tukrim.

Terpisah, salah satu tehnisi pemasangan saluran warga dari wilayah timur M, saat dikonfirmasi terkait dugaan korupsi hasil pemasangan saluran Pamsimas tersebut membenarkan hal itu.

“Benar mas, bahkan masih banyak janji-janji yang sampai hari ini belum diselesaikan pembayaranya,” kata pemuda berkumis tersebut di hadapan para awak media.

(A.Khozin)

Leave a Reply