Manten Kades Gempolsewu : 40 tahun tanah Dukuh Lumansari berstatus Sengketa

Mantan Kades Gempolsewu, Hery Mardianto SAg.

Kendal, delikjateng.com. Niat baik seseorang belum tentu diterima dengan baik oleh orang lain, hal ini yang sekarang dirasakan oleh Mantan Kepala Desa Gemposewu, Rowosari Kendal Jateng Heri Mardianto, SAg.

Keinginanya untuk memberikan status tanah yang jelas kepada warganya malah berujung Protes dari warga yang ingin ditolongnya.

Kepada awak media delikjateng.com, Mantan Kepala Desa yang sudah menjabat dua periode tersebut, dengan terharu menceritakan perjuanganya agar tanah di lumansari itu bisa bersertifikat.

“Tanah di dukuh Lumansari itu sudah 40 tahun tanpa status yang jelas, karna tanah didaerah itu bersatatus sengketa, padahal salah satu sarat untuk bisa disertifikatkan adalah, tanah tidak dalam status sengketa, masyarakat didukuh tersebut tidak punya sertifikat atas tanah yang di tempatinya”, dengan berkaca-kaca pak anto mulai bercerita.

“Saya berusa meloby kesana kemari agar tanah itu bisa diurus sertifikatnya, dan alhamdulillah, sekarang tanah tersebut sudah mulai jelas statusnya dengan diprosesnya pembuatan sertifikat lewat PTSL ini, dan alhamdulillah sekarang sudah jadi 450 sertifikat yang akan segera kita bagikan bertahab”, imbuh pak anto, biasa dia dipanggil rakyatnya.

Terpisah seorang warga desa yang dimintai tanggapanya oleh awak media ini terkait dengan besaran beaya pembuatan sertifikat Masal ini mengatakan justru sangat berterimakasih, disamping murah bila dibandingkan pembuatan serifikat reguler bisa berkali kali lipat harganya juga cepet jadinya.

“Warga justru diuntungkan sengan adanya PTSL di desa ini, murah dan tidak berbelit-belit”. Terang ibuk penjual aneka masakan itu.

“Soal ada selisih beaya itu kan hanya miss saja, Semua kan sudah dirembuk, jangan terus kayak gini, coba suruh ngurus dewe kalau bisa”, imbuhnya.

Seperti kita ketahui, bahwapada hari rabo
, 15/01/20 Masayarakat peserta PTSL dari 3 padukuhan menggelar protes kepada panitia penyelenggara PTSL, dalam pertemuan tersebut peserta menanyakan soal besaran beaya yang ditarik melebihi ketentuan yang ada di Perdes.

( A. Khozin )

Leave a Reply