KPU KENDAL JAMIN NETRALITAS PENYELENGGARA PILKADA

Forum Discussion Group

Kendal, Delikjateng.com –  Komisi Pemilihan Umum ( KPU) Kendal bekerja sama dengan Polres Kendal beserta Bhawaslu mengadakan Forum Discussion Group (FDG) terkait tentang pentingnya netralitas dan profesionalitas penyelenggara pilkada, Hal itu disampaikan Oleh Hevy Indah Oktaria Ketua KPU Kendal saat membuka FDG hari ini, Jumat, 10/07/20 di Aula Kantor KPU.

“Hari ini kami berkomitmen mengumpulkan penyelenggara ditingkatan KPU serta PPK untuk memastikan bahwa pelaksanaan pilihan bupati dan wakil bupati ini terselenggara dengan profesioanal, netralitas dan independensi,” papar Hevy saat membuka FGD.

Selain Ketua KPU, hadir Juga Ketua Bhawaslu Kendal Odelia Amy Wardani, dan Kapolres Kendal yang di wakili Oleh Kasat Intel, AKP Rahmadi Hartono SH.MH.

Dalam pemaparanya, Kasat Rahmadi Mengatakan bahwa TNI Polri akan menjamin adanya Profesionalitas, netralitas dan Independensi bagi TNI Polri dalam mengahadapi Pilkada kendal

“Pihak Kepolisian mewakili aparat keamanan memastikan untuk pelaksanaan pengamanan Pilkada di Kabupaten Kendal dilakukan secara profesional serta netral,” papar Kasat.

Selanjutnya Kasat menambahkan akan menjamin TNI Polri bersikap netral dalam Pilkada 2020.

“Kami menjamin netralitas TNI Polri dalam mengawal pelaksanaan Pilkada 2020 di Kabupaten Kendal,” imbuh Kasat

Dalam rangka pengamanan Pilkada Kabupaten Kendal, Jajaran Polres Kendal telah menyiapkan anggotanya yang bertugas selama pelaksanaan Pilkada.

“Polres Kendal sendiri telah menyiapkan anggota 650, Satuan Brimob 30, Bantuan dari Polda 60 Anggota, bantuan dari Polres tetangga 30 anggota, TNI 250 anggota, Satpol PP 180 anggota serat Linmas per TPS 2 anggota”, ucap Kasat menutup sambutanya.

Sementara itu Ketua Bhawaslu odelia memaparkan tentang kesiapan Bhawaslu dalam menghadapi pilkada Kendal 2020 ini, diantaranya Bhawaslu telah mengaktifkan kembali 60 pengawas ditingkat kecamatan, serta 286 pengawas ditingkat desa.

Odelia juga menambahkan bahwa pihaknya telah membekali jajaranya terkait dengan mekanisme penanganan pelanggaran kode etik penyelenggara pemilu, hal ini dimaksudkan agar pelaksanaan pilkada di kendal ini bisa berjalan sesuai dengan aturan serta perundang-undangan.

Selain hal tersebut diatas odelia juga memaparkan kalau Bhawaslu telah mengadakan sekolah kader pengawas partisipatif memalui daring dengan peserta 57 dari masyarakat umum.

“Dengan tema, Bhawaslu mengawasi bersama rakyat, Bersama Bhawaslu menegakan keadilan pemilu,” ujar odelia mengakhiri sambutanya.

(A.Khozin)

Leave a Reply