Kisruh PTSL Desa Gempolsewu Berakhir Damai Dan Saling Memaafkan

Suasana pertemuan

Kendal, delikjateng.com. kesalah pahaman yang terjadi antara peserta dengan Panitia penyelenggara ptsl di Desa Gempulsewu terkait besaran beaya yang di patok berakhir dengan damai dan saling memaafkan setelah perwakilan dari Panitia Tukijo yang juga menjabat sebagai Kasie Pemerintahan di desa tersebut meminta maaf dan bersedia mengembalikan kelebihan beaya yang ditarik diluar perdes.

Pertemuan yang digelar pada hari Rabu, 15/01/20 di Balaidesa Gempolsewu tersebut menghadirkan 64 peserta ptsl yang meliputi 3 padukuhan, yaitu Padukuhan Lumansari, Karang anyar, dan Tegalapan.

Ketua Pokmas TSL Desa Gempolsewu, Zaenal Arifin

Terpisah, ketua Pokmas Zaenal Arifin sesaat setelah pertemuan berakhir mengatakan bahwa pihak panitia hanya menerima besaran beaya sesuai dengan perdes, diluar itu menjadi tanggung jawab pribadi kepala wilayah masing-masing.

“Kami tidak pernah menarik beaya diluar perdes”.katanya kepada media delikjateng.com

Semenatara itu Mantan Kepala Desa Herry Mardianto S.Ag yang sudah menjabat dua periode tersebut dengan tegas mengatakan kepada panitia penyelenggara, bahwa setiap kelebihan dari beaya diluar perdes maka wajib hukumnya di kembalikan.

“Semua kelebihan beaya dikembalikan”, ujarnya.

Setelah tidak ada lagi pertanyaan pertemuan ditutup dengan doa.

(A. Khozin.)

Leave a Reply