Ketua TMP DPC PDIP Kendal: Menolak Mirna Anisa Maju dari PDIP Kendal

Kendal, delikjateng.com. Ketua Taruna Merah Putih DPC PDIP Kendal Nugrahanto menyampaikan pandangan gagasan, maupun idenya, saat awak media ini mewawancarainya disalah satu rumah kader PDIP terkait dengan daftarnya Incumbent lewat PDIP, secara sepontan anak muda berkaca mata tersebut kemudian bercerita panjang lebar, yang selanjutnya cerita itu saya rangkum dalam sebuah tulisan dibawah ini.

Kami Kader Muda Taruna Merah Putih ( TMP) PDIP sebagai penerus ideologi dan organisasi PDIP Kendal ikut menolak Mirna Anissa maju sebagai calon Bupati Kabupaten Kendal melalui Partai PDIP.

Mendaftarnya Mirna Anisa sebagai calon Bupati melalui PDI Perjuangan terlalu pragmatis, mengingat PDIPerjuangan memiliki kader dan simpatisan yang solid. Serta pendukung-pendukung yang loyal di akar rumput. Sehingga PDI Perjuangan hanya akan dijadikan batu loncatan mendulang suara.

Banyak kebijakan-kebijakan Mirna sebagai bupati yang mengecewakan dengan kader PDI Perjuangan, baik di jajaran legislatif maupun akar rumput. Kami menilai mendaftarnya Mirna melalui PDI Perjuangan, Tentunya sebagai alasan yang kuat untuk pemusatan kekuatan. Serta upaya meredam konflik dari kebijakan yang tidak pro rakyat.

Kami ingatkan dan kami tegaskan, bahwa kami masih berdiri bersama orang-orang yang terkena dampak jalan rusak dan berlumpur jika hujan. Akibat dari galian tambang illegal di pageruyung.

Kami masih bersama guru-guru ngaji, RT, dan RW yang di bohongi mendapatkan gaji setelah saudari Mirna menjadi Bupati. Kami kader muda PDI Perjuangan masih berpihak pada wong cilik di sekitar kita.

DPP PDI Perjuangan sudah selayaknya mendukung kader internal PDI Perjuangan. Kader ideologi, yang juga membela wong cilik. Bukan membohongi wong cilik.
Jika rekomendasi diberikan kepada orang yang bukan kader internal PDI Perjuangan.

Maka akan menimbulkan distingsi kepada kader PDI Perjuangan. Sehingga beresiko akan munculnya pada friksi dalam internal PDI Pernjuangan.

PDI Perjuangan bukan hanya sebagai kendaraan politik, tetapi arah perjuangan ideologi yang harus dilakukan bersama-sama. Sehingga perlu nilai-nilai yang harus dipegang sebagai kader dan sebagai calon Bupati, bukan sekedar popularitas. Jika bukan kader internal yang mendapatkan rekomendasi. Akan terjadi kekecewaan dari kader – kader Banteng. Baik struktural DPC, PAC, Ranting, dan Organisasi Sayap.

Hal ini tentunya membuat efek domino yang berakibat pada kekalahanya dalam merebut kekuasaan dalam pilkada Kendal tahin 2020 ini.

Untuk itu PDI Perjuangan harus tegas yang mendapatkan Rekomendasi adalah kader dari PDI Perjuangan itu sendiri. Untuk menjaga marwah organisasi, militansi, simpatisan yang sampai hari ini memperjuangkan PDIP untuk tidak dijajah oleh siapapun dari luar kader.

Jangan sampai Kandang Banteng yang selama ini kita jaga dihancurkan semangatnya dan menjadi liar tak terarah.

Untuk itu kami menyatakan sikap tegas Menolak saudari Mirna Anissa maju melalui PDI Perjuangan

(A. Khozin)

Leave a Reply