Desa Ampelgading Ramai di Medsos

Camat Ampelgading saat memberikan keterangan kepada jurnalis delikjateng.com (foto rae kusnanto/dj)
Camat Ampelgading saat memberikan keterangan kepada jurnalis delikjateng.com (foto rae kusnanto/dj)

PEMALANG,delikjateng.com – Desa Ampelgading, Kecamatan Ampelgading Kabupaten Pemalang, belakangan ramai di gunjingkan di media sosial (medsos). Banyak Akun facebook yang mengomentari dengan beraneka ragam, termasuk dugaan minor yang di lakukan kepala desanya.

Hal itu sempat menimbulkan kecemasan warga, dengan alasan pembangunan infrastruktur desanya terhambat, dikarenakan krisis kepercayaan hingga lembaga Badan pengawasa Desa (BPD) bubarkan diri.

Peristiwa itu berawal bulan lalu ketika sejumlah warga mengeluarkan mosi ketidak kepercayaan terhadap oknum jajaran perangkat lembaga Desa tersebut. Saat itu warga Desa Ampelgading sampai melakukan demo hingga penyegelan kantor Balai Desa.

Kini dari salah satu Akun yang menamakan Gilang Adi Pratama yang dibagikan digroup Harian Pemalang. Ternyata nendapat banyak tanggapan yang beraneka ragam dengan bahasa lebih miris yang di tujukan terhadap kepala Desa dan perangkat desa itu.

Banyak Komentar yang menduga Kades telah menggadaikan fsilitas negara, termasuk motor ifentaris Honda Supra 125, dan merubah plat nomor menjadi hitam. Juga rumor yang datangnya dari warga itu sendiri, disebut banyak menyalah gunakan wewenag di lembaga pemerintahan Desa.

Akun fb yang bernama Gilang Adi Pratama mengutarakan kegelisahan nya dengan bahasa ringan, yang intinya berharap kepada pihak terkait melakukan pembinaan supaya tidak terpuruk terlalu jauh.

” Mosok hanya di biarkan, dari aparatur negara…. Kecamatan juga tidak mampu mengatasi kejahatan pemerintahan Desa Ampelgading…. Iki salah satu contoh nya, Plat berubah warna, dan Infentaris yang satunya di gadaikan, mobil siaga mangkrak. Add gak cair, karena BBD bubar, serta domisili kades tidak tidak di Desa tempat bertugas, ora pernah ngantor, njaluk tanda tangan blas ora tau temu, sampai kapan seperti ini. Sepertinya tidak ada respon blas dari pihak yang berwenang. Mohon bantuan poro sedulur harus kemana kita mengadu,” kata komen fb dari warga setempat.

Namun kasus tersebut di bantah oleh Camat Ampelgading Drs.Mulyanto,M,AP. ” Dalam hal ini membenarkan, kalau keadaan desa Ampelgading sedang carut marut, tapi sedang dalam pembinaan terus menerus,” kata camat kepada jurnalis delikjateng.com.

Tentang upaya pembinaan, sudah lama dilakukan terkait keadaan desa Ampelgading yang sedang gencar di medsos.

Disinggung apakah benar kalau motor Ifentaris nya di gadaiakan? Kata camat tidak benar. ” Ada kok dua duanya motor tersebut.

Tentang apakah benar plat motor dinas diubah menjadi plat hitam ? Bila ini terjadi, ada sanksinya sebab telah melanggar PP. No 53 tahun 2010/pasal 4/ no 5, tentang memiliki, menjual, membeli, menggadaikan dan menyewakan atau meminjamkan, barang barang, baik bergerak atau tidak bergerak, dokumen surat berharga negara tidak sah.(rae kusnanto)

Leave a Reply