Bhayangkari Ranting Polsek Gemuh Berikan Sumbangan Kepada Korban Kebakaran

Bhaksos Ibu Bhayangkari Ranting Polsek Gemuh Polres Kendal

Kendal, delikjateng.com. Musibah kebakaran yang terjadi di Desa Johorejo RT 02 RW 2 Kecamatan Gemuh Kendal Jawa tengah beberapa waktu yang lalu, ternyata mampu membangkitkan jiwa kebersamaan dan jiwa kepedulian serta jiwa berbagi dikalangan masyarakat luas, Semua element masyarakat ikut cancut tali wondo berusaha meringankan beban saudara kita yang tertimpa musibah.

Berbagai kalangan datang silih berganti untuk memberikan sumbangan, ada dari dunia pendidikan, dari dunia usaha, Politikus, LSM, Ormas, perorangan, dari dunia kesehatan bahkan datang juga dari Kepolisian memberikan bantuan baik itu berupa sembako maupun berupa uang tunai.

Seperti yang terlihat hari ini, Sabtu, 28/09/19, Ibu-ibu Bayangkari Ranting Polsek Gemuh yang dipimpin langsung Oleh Ketuanya Eva Widya datang ke Lokasi Kebakaran bersama pengurus Bhayangkari ranting Polsek Gemuh.

Ibu ketua Bhayangkari Ranting Polsek Gemuh saat menyerahkan bantuan

“Kedatangan kami ini dalam rangka menyerahkan bantuan berupa kebutuhan hidup sehari-sehari seperti sembako yang kami kumpulkan dari iuran ibu-ibu bhayangkari ranting Polsek Gemuh”, tutur Ketua Bhayangkari yang biasa dipanggil Ibu eva ini.

Ibu eva menambahkan keteranganya bahwa Baksos ini dilandasi keinginan kami Anggota Bhayangkari Ranting Polsek Gemuh untuk meringkan beban saudara-saudara kita yang Kena musibah kebakaran ini.

Menurut pengamatan awak media yang melihat prosesi penerimaan bantuan, Kehadiran para donatur semua di sambut dengan ramah oleh Panitia dari Aparat Desa yang dipimpin oleh Agus Kaur keuangan Desa Johorejo, semua sumbangan di data dengan teliti, apa bentuknya dan berapa jumlahnya.

Nampak terlihat didalam posko penerimaan sumbangan, telah banyak tumpukan berupa air mineral, mi instan, beras, serta sembako lainya, termasuk pakaian pantas pakai.

“Sebetulnya sekarang ini yang kami butuhkan adalah peralatan dapur, seperti kompor, tabung gas, tempat masak serta peralatan makan.

“Untuk bantuan baju pantas pakai sudah terlalu banyak, untuk sembako juga saya kira sudah cukup, yang sekarang kami butuhkan itu adalah peralatan masak dan peralatan makan, mereka sangat kesulitan untuk masak maupun makanya, karna semua peralatan itu ikut terbakar” jelas agus.

“Oleh karena itu kepada donatur, kami himbau untuk memberikan bantuan berupa uang tunai saja, karena bila dalam bentuk uang, maka bisa kita belikan matrial bangunan, Namun bagi yang mau bantu dalam bentuk apapun tetap kami terima dan mengucapkan banyak trimakasih”, imbuh

Terpisah, Toni (26) salah satu warga yang rumahnya pertama kali terbakar menceritakan awal mulanya terjadinya kebakaran itu kepada delikjateng.com.

“Yang terbakar pertama kali itu rumah saya, waktu itu rumah dalam keadaan kosong karna penghuninya lagi pada kerja, api pertama kali muncul dari dipan didepan tv, begitu terbakar, kami sudah berusaha memadamkan dengan menyiram air, tapi karna disekitar tv itu ada kain, maka api menyambar kain tersebut dan langsung menjulang keatap dengan cepatnya”, cerita toni sambil berkaca-kaca.

“Api begitu cepat membakar rumah disertai angin kencang dan cuaca terik, sehingga kami kesulitan untuk memadamkanya”, imbuh Toni.

Seperti kita ketahui bahwa beberapa hari yang lalu, 9 rumah di Desa Johorejo yang dihuni oleh 30 warga ludes terbakar akibat arus pendek listrik, akibat dari kebakaran tersebut kerugian ditaksir lebih dari 1 milyard

( A.Khozin).

ads

Related posts

Tinggalkan Balasan