Beredar Isu Pedagang Pasar Pagi Kaliwungu Dimintai Uang Biaya Pindah

Pasar Pagi Kaliwungu
Pasar Pagi Kaliwungu

KENDAL, delikjateng.com – Pedagang Pasar Pagi Kaliwungu, kabupaten Kendal menjadi sorotan, karena beredar Isu pedagang sebelah timur kalau mau pindah harus bayar 500rb untuk ganti biaya matrial.

Salah satu pedagang yang enggan di sebut namanya membenarkan saat di konfirmasi Wartawan Delikjateng.com. “Benar kalau mau pindah kedalam harus bayar Rp 500.000 per orang untuk mengganti biaya material bangunan. Seperti Esbes buat atap,Kayu juga biaya bayar tukang yang mengerjakan.

Namun umumnya pedagang keberatan, mengingat mereka baru saja terkena musibah kebakaran. ” Dari pada buat bayar itu mending buat modal, karna seluruh dagangan saya habis ludes terbakar,” kata sejumlah pedagang.

Mereka meminta pemerintah memikirkan para pedagang kecil seperti memberi bantuan untuk modal atau menempatkan tempat sementara yang layak dan tidak perlu membayar. Karna umumnya mereka sudah tidak punya modal, bahkan untuk berdagang lagi terpaksa ngutang.

Berbeda dengan pernyataan pedagang lain yang sudah menempati lapak barunya itu. Seperti Satimah(50) Dukuh Mendut Desa Magelung itu mengatakan, dia merasa agak senang dengan lapak baru yang ditempati sekarang ini. Selain tidak mengganggu jalan juga para pembeli merasa nyaman saat belanja.

Dia mengatakan, uang Rp 500rb bukan nominal yang besar, karna untuk beli matrial juga bayar tukang malah bisa lebih dari itu. Apalagi bayarnya tidak langsung lunas, bisa di cicil sekaluan menempati.

Selain Satimah(50), Ana(60)Sidorejo Kendal juga seorang pedagang pasar pagi kaliwungu mengatakan, dia senang karna tidak lagi berjualan di pinggir jalan. ” Tapi saya tidak mengikuti untuk bayar bayar 500rb, karna tidak ada paksaan dan di haruskan,” ujarnya.

Dia menambahkan jika akan pindah sendiri dan bangun tempat sendiri bisa. ” saya coba buat sendiri tempat lapak dan materialnya saya samakan dengan yang lain,Tapi malah saya merasa rugi, karna untuk beli matrial dan bayar tukang yang mengerjakan saya habis 650rb,Tau gini mending ikut yang lain,” ujarnya

Inisiatif yang muncul dari salah satu pedagang, Sunarto(37) Kumpulrejo Kaliwungu, yang merasa kasihan dengan tempat jualan para pedagang yang dia rasa tidak layak juga mengganggu jalan, apalagi sebentar lagi musim penghujan. Saat inisiatif itu di sampaikan ke para pedagang mereka menerima, para pedagang juga banyak yang langsung memesan. Sampai saat ini ada 20 lapak yang sudah berdiri,sebagian sudah di tempati dan sebagian belum.

“Dalam pembangunan itu saya tidak mencari keuntungan dari pembelian matrial ataupun pengerjaannya,Untuk beli Esbes kayu juga buat bayar tukang saya nombok. Tapi ya tidak apa-apa karna pindahnya di depan toko saya, dan ini saya lakukan untuk kesejahteraan para pedagang. Walau sedikit nombok tapi toko saya jadi rame,Inipun untuk pedagang yang sebelah timur saja, kalau yang lain ya saya tidak tau,” ujar Sunarto. (novi)

Leave a Reply