BANNER TUNTUTAN DI AMPELGADING DITURUNKAN MUSPIKA

Sekelompok orang mengaku warga Ampelgading memasang baner menuntut fadilitas desa yang terkena dampak tol (foto rae kusnanto)
Sekelompok orang mengaku warga Ampelgading memasang baner menuntut fadilitas desa yang terkena dampak tol (foto rae kusnanto)

PEMALANG, delikjateng.com -Sebuah banner dipasang sekelompok warga, tepat dipinggir jalan dekat jembatan Desa Ampelgading, Kecamatan Ampelgading, Kabupaten Pemalang, Kamis (7/9). Namun pemasangan banner itu akhirnya diturunkan muspika karena tanpa ijin.

Banner itu membentang di lokasi yang mengalami amblas depan pasar Desa Ampelgading. Intinnya menuntut fasilitas desa yang terkena dampak, dan belum di realisasikan pihak PT Waskita ke Desa, dan Desa kepada warga.

Beberapa saat setelah terpasang, mendapat perhatian pihak Muspika Ampelgading. Bahwa hal tersebut dianggapnya melalaikan peraturan hukum yang berlaku, yakni undang undang Informasi Publik.

Kapolsek Ampelgading AKP Heryadi Noor.SH, menyatakan bahwa itu tidak dibenarkan, dan harus diturunkan kembali. Kapolsek menghimbau di hadapan kelompok yang memasang, untuk bersama-sama turunkan baner kemudian dibawa ke polsek.

Jurnalis delikjateng.com belum berhasil menemui Muspika, karena Kapolsek AKP Heryadi Noor,SH dan Camat Drs.Mulyanto,M.AP serta anggota kanit serse Ampelgading sudah meninggalkan lokasi pemasangan baner.

Tapi didapat keterangan, kepada warga mereka menegaskan lagi, terkait baner informasi yang bermaksud menyalurkan aspirasi, belum bisa dibenrakan. Katanya, ini sudah melakukan kesalahan yang kedua.(rae kusnanto)

Leave a Reply