244 WARGA KEDUNGSUREN DIPERIKSA POLISI KENDAL.

 

Kendal, Delikjateng.com. Penerimaan Bantuan benih jagung hibryda untuk desa Kedungsuren tahun 2018 berakhir di meja Tipidkor Polres Kendal, setelah 244 penerima bantuan benih jagung fiktif diperiksa oleh Kanit II idik Polres Kendal.

Modus yang dilakukan oleh oknum LMDH ( Lembaga Masyarakat Desa Hutan ) diduga dengan cara menggelembungkan jumlah lahan yang diajukan dengan melampirkan KTP fiktif warga setempat se-olah-olah sebagai pemilik lahan.

“Saya tau kalau KTP saya untuk pengajuan bantuan benih oleh LMDH itu setelah saya dan warga yang lain gempar, akibat dipanggil untuk menghadap ke Polres Kendal,” ujar Zaenudin, salah satu warga yang KTP nya dipakai untuk pengajuan tanpa sepengetahuanya.

“Tidak hanya saya, tapi ada 244 warga yang KTP nya dipakai untuk pengajuan bantuan itu, dan semuanya dipanggil polisi, padahal kami tidak pernah memberikan KTP saya pada LMDH”, imbuhnya.

Terpisah, Ketua LMDH desa Kedungsuren Sudaryanto saat dikonfirmasi terkait dengan hal itu mengatakan bahwa, pengumpulan KTP warga, kami dapat dari sekertaris gapoktan dan pak kades karena waktu itu yang mengajukan bantuan adalah gapoktan”, terang sudaryanto.

Sudaryanto juga mengatakan bahwa dirinya selaku ketua LMDH sampai saat ini belum menerima SK pengangkatan dirinya sebagai ketua LMDH dari Kepala desa.

“Saya hanya membentuk kepengurusan, terus menerima stempel dari pak kades tanpa disertai SK pengangkatan saya, bahkan sampai hari ini saya belum pernah melihat SK saya,” terangnya setelah kami tanyakan perihal legalitas dia sebagai ketua LMDH, Selasa, 06/07/20 di rumahnya.

Seperti diketahui bersama bahwa LMDH Kedungsuren pada tahun 2018 mendapatkan gelontoran bantuan bibit jagung hibryda 5,3 ton dari dinas pertanian lewat aspirasinya Anggota DPR RI HM Drs. Fadloli.

Namun dalam pemeriksaan ditemukan adanya ketidak sesuaian, antara jumlah benih dengan luas lahan, akibatnya, tidak hanya pengurus LMDH diperiksa Polisi, tapi pihak inspektorat pun menurunkan 4 petugasnya selama 2 hari, Selasa dan Rabo, 06/07 – 07/07/2020, Ke desa Kedungsuren, untuk memeriksa besaran bibit yang diterima dengan luasan lahan.

Selain itu dalam pembagian benih bantuan tersebut kepada petani, ternyata oleh LMDH tidak diberikan secara cuma-cuma, tapi kepada setiap penerima bantuan di minta membayar uang yang besaranya bervariasi.

Hal tersebut seperti yang dialami oleh mbah Suparmin (60) alamat krajan barat Rt 04 Rw.03, didepan awak media delikjateng.com, dia mengatakan bahwa dia membeli benih jagung itu dirumahnya pak Rw dengan membayar 10 ribu perkantong 1 kg.

“Kulo mbayar 10 ewu tiap sak plastike, isine 1kg, aku njupuk 5 plastik, ning omahe pak RW Rozin”, terang mbah suparmin.

(A. Khozin)

Leave a Reply