Laporan Pameran UMKM Dari Amerika Selatan

Ibu Negara Ekuador, Rocio Gonzales Navas tengah belajar membatik di Bootz UMKM Indonesia dalam Pameran CIDAP di Cuenca Ekuador, Amerika Selatan.
Ibu Negara Ekuador, Rocio Gonzales Navas tengah belajar membatik di Bootz UMKM Indonesia dalam Pameran CIDAP di Cuenca Ekuador, Amerika Selatan.

CUENCA,EKUADOR, delikjateng.com – 11 orang delegasi dari Kabupaten Pemalang, Pekalongan dan Batang, mengikuti mempromosi hasil kerajinan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) di Cuensa, Ekuador, Amerika Selatan.

Mereka diberangkatkan anggota Komisi VI DPR RI Jateng X, fraksi PAN, Andriyanto Johan Syah, dalam Pameran Centro Interamericano de Artesanias Artes Pupulares (CIDAP), atau dikenal Pameran Pusat Kerajinan dan Kesenian Populer Antar Amerika di Cuenca Ekuador, Amerika Selatan, berlangsung selama sebulan.

Seorang anggota delegasi dari Pemalang, Elman Prasetyo mengatakan, delegasi Indonesia diberi ruang seluas sekitas 190 M2 terdiri dari 2 lantai. Ruang itu untuk memberikan informasi tentang seni dan budaya dari semua Wilayah Indonesia.

Selain itu juga untuk memberikan untuk mendapatkan barang-barang seni seperti kain batik, kain tenun, patung kayu, wayang golek dan lainya. ” Dengan demikian diharapkan para pengunjung memperoleh informasi tentang Indonesia lebih lengkap,” kata Elman kepada jurnalis delikjateng.com, Rae Kusnanto via telephon Selasa (7/11) petang.

Diketahui, Indonesia didaulat sebagai Guest Country dalam Pameran Pusat Kerajinan dan Kesenian Popoler Antar Amerika di Cuenca Ekuador, Amerika Selatan. Pameran dilaksanankan selama 1 bulan sejak 1 sampai 31 Oktober dan Pesta CIDAP digelar mulai 2 sampai 5 November 2017.

Ajang tahunan itu setidaknya dihadiri oleh 20 negara delegasi dan lebih dari 200.000 pengunjung. Melalui pameran tersebut maka potensi seni dan budaya Indonesia bisa lebih dikenal ke Mancanegara, termasuk produk-produk UMKM yang lebih khusus hasil UMKM Dapil Jateng X, Pemalang, Pekalongan, Pekalongan Kota dan Batang.

Delegasi Indonesia yang diberangkatkan terdiri dari 17 orang, yaitu 11 orang dari Kabupaten Pemalang, Pekalongan dan Batang, dan 6 orang dari Bandung Jawa Barat.

Indonesia juga memperoleh 5 booth untuk bazar dengan ukuran 4×4 M, masing-masing booth yang digunakan untuk memasarkan produk UMKM asli produk dari Pemalang, Pekalongan, Batang, dan Bandung. Diantaranya seperti kain batik, sarung goyor, kerajinan patung kayu, kerajinan kulit, wayang golek, acesoris, juga makanan khas Indonesia seperti nasi goreng, bakso.

Meskipun baru pertama kali mengikuti Pameran CIDAP di Cuenca Ekuador, namun ruang Pameran dan booth bazar dari Indonesia sangat diminati oleh masyarakat Ekuador, juga oleh pengunjung dari negara peserta Pameran. Bahkan sampai Ibu Negara Rocio Gonzales Navas yang didampingi oleh Andriyanto Johan Syah, Diennaryasti Tjokrosuprihatono Dubes Indonesia untuk Ekuador, Ketua Panitia Cidap, dan Pejabat Ekuador, ikut mengunjungi tempat pameran Indonesia.

Meski diagendakan berkunjung hanya 5 sampai 7 menit, namun dalam kesempatan itu Ibu negara tertarik seni budaya Indonesia. Ibu Negara Ekuador juga menyempatkan untuk belajar membatik kemudian melihat peragaan mengukir patung kayu Komodo, Pembatik dan Pematung dari Pemalang.

Selain itu, menyempatkan untuk menyaksikan penari Selendan asal Kabupaten Pemalang, sehingga dalam kunjungan Ibu Negara sampai lebih dari 35 menit di Stand Indonesia.

Anggota Komisi VI DPR RI, Jateng X, F-PAN, Andriyanto Johan Syah disela-sela kegiatan menyampaikan bahwa di Booth Bazar barang-barang produksi UMKM Indonesia banyak dibeli masyarakat dari negara-negara lain. Dengan begitu menandakan produk UMKM Indonesia banyak diminati dan kualitas produksi tidak kalah dengan negara-negara lain.

“Untuk pameran seperti ini memerlukan dana yang tidak sedikit, untuk itu kami bersyukur dan mengucapkan banyak terimakasih karena banyak BUMN yang ikut membantu terselenggaranya acara ini. Seperti BRI, BNI, Mandiri, Timah, Telkom, Angkasa Pura I, Inalum, KAI, Djakarta Lloyds, Jamkrindo, Askrindo, SMI, Adhi Karya, Antam, Asabri, Garuda Indonesia, Pertamina, PGN, Indonesia Exim Bank, dan Pembangunan Perumahan.

Kata Andriyanto, pihaknya akan menjajaki pameran seperti ini ke negara-negara lain seperti Jepang, Amerika Serikat, Arab, Afrika, dan lainnya. Melalui pameran ini diharapkan seni budaya dan produk-produk UMKM dari Indonesia. bisa dikenal lebih luas ke Negara negara lain. Dengan demikian bisa meningkatkan kunjungan wisata, meningkatkan devisa, meningkatkan kesejahteraan UMKM Indonesia

(Rae Kusnanto)

Leave a Reply